alexametrics

Hamil Duluan, Dispensasi Meningkat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sebanyak 31 pasangan mengajukan dispensasi kawin di Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Semarang. Permohonan tersebut didaftarkan pada Juli. Jumlah ini lebih banyak dua kali lipat dibanding bulan sebelumnya yang hanya 16 permohonan.

Panitera Muda Hukum PA Semarang Saefudin menjelaskan permohonan dispensasi kawin memang meningkat seiring dengan perkembangan keadaan era normal baru. Permohonan ini diajukan karena salah satu dari pasangan atau keduanya masih di bawah umur. “Meningkat dua kali lipat itungannya, karena mungkin sudah normal baru,” katanya saat ditemui di Pengadilan Agama Klas 1 A Semarang pada Senin (24/8/2020).

Saefudin membeberkan, meski permohonan yang masuk 31, namun yang berhasil diputus sebanyak 29 permohonan. Sisanya tidak memenuhi syarat atau tidak dalam keadaan mendesak. “Yang diputus jelas dalam keadaan mendesak, kebanyakan karena hamil duluan,” imbuhnya.

Baca juga:  Sebelum Nyoblos, Aji Setyawan Minta Doa Restu ke Sang Ayah

Saefudin merinci, hingga saat ini angka tersebut masuk dalam kategori permohonan terbanyak yang dikabulkan dibanding bulan-bulan sebelumnya. “Dari total 136 permohonan yang masuk, 128 permohonan di antaranya dikabulkan atau diputus,” terangnya.

Menurut Saefudin, dispensasi kawin ini semakin meningkat setelah UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan direvisi menjadi UU Nomor 16 Tahun 2019. UU tersebut mengatur batas minimal usia menikah. Semula batas usia perkawinan untuk laki-laki adalah 19 tahun dan perempuan 16 tahun. Namun, sejak ada pembaruan UU, baik laki-laki maupun perempuan harus berusia 19 tahun. (ifa/ton/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya