alexametrics

Warga Kalaan Puluhan Tahun Tak Tersentuh Air Bersih

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Tak tersentuh air bersih selama puluhan tahun, perwakilan warga RT 6 RW 2 Kampung Kalaan, Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati wadul ke DPRD Kota Semarang, Senin (24/8/2020). Warga meminta kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk memberikan bantuan pompa air bersih.

“Kalau musim kemarau tambah parah. Selama ini, kami mengandalkan air artetis tapi tidak layak konsumsi. Hingga kini kami belum menerima bantuan pemerintah,” kata perwakilan warga M Yusuf Iswadi saat mengadu ke DPRD Kota Semarang.

Yusuf menjelaskan, kawasan permukiman yang mereka tinggali terdiri dari 22 kepala keluarga (KK) dan terpisah dari permukiman lain. Meski dalam satu RT, yang masuk daerah Randusari. Daerah tersebut dinamakan daerah Kalaan dan sangat minim perhatian. “Kami sudah lapor ke Kelurahan Nongko Sawit, tapi tidak ada respons. Untuk konsumsi, kami menggunakan air galon isi ulang,” keluhnya.

Baca juga:  Cuaca Ekstrem, Tower SUTT PLN Roboh

Dengan wadul ke dewan, pihaknya berharap permasalahan air bersih bisa terselesaikan atau minimal mendapatkan respon dari dinas terkait. Selain air bersih, lanjut Yusuf, selama pandemi Covid-19 warga tidak mendapatkan bantuan sembako dari pemerintah.

“Empat kali warga lain mendapatkan bantuan, tidak ada satupun di wilayah kami yang terjamah. Padahal sebagian besar warga mengalami kesulitan karena banyak yang di-PHK,” pungkasnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Muhammad Afif yang menemui perwakilan warga Kalaan berjanji akan menyampaikan keluhan warga ke ketua DPRD Kota Semarang untuk selanjutnya diteruskan ke Pemkot Semarang. “Ini aspirasi, kami akan teruskan ke ketua DPRD, nanti biar disampaikan ke Wali Kota,” tambahnya.

Baca juga:  Kirimkan Surat Redaksi ke KPK

Dari dialog yang dilakukan, Afif mengakui PDAM belum hadir di Kalaan.  Bersyukur, kini warga sudah menemukan sumber mata air yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih tersebut. “Persoalannya adalah keterbatasan anggaran, mata air sudah ada. Tapi harus dipompa dan ada salurannya,” jelasnya.

Dirinya mencoba mendorong Pemkot Semarang untuk memberikan bantuan pengadaan alat pompa dan instalasinya. Dari rincian kebutuhan yang diberikan warga, total hanya memerlukan anggaran sekitar Rp 80 juta.

“Kita harus pro aktif, Pemkot melalui dinas terkait harus melakukan pengecekan. Jika benar, harus ada solusi misalnya pengadaan alat. Karena air adalah kebutuhan utama,” tegasnya.

Terkait bantuan sosial yang tidak menyentuh warga, pihaknya meminta agar dinas terkait bisa melakukan pendataan ulang. (den/mg2/ida/bas)

Baca juga:  Dinkes-UMM Advokasi Perda KTR

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya