alexametrics

Revitalisasi Jalan, Bubakan Ditutup hingga 22 November 2020

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Revitalisasi infrastruktur jalan Kota Lama di sekitar Bundaran Bubakan dimulai akhir pekan ini. Mulai Sabtu (22/8), sebagin ruas jalan di Bubakan akan ditutup.

Kabid Pengendalian dan Penertiban Dinas Perhubungan Kota Semarang Danang Kurniawan menjelaskan, pengerjaan proyek di Bubakan terbagi menjadi empat segmen. Penutupan jalan disesuaikan dengan jadwal pengerjaan masing-masing segmen tersebut.“Pada segmen pertama ini rambu penutupan jalan ditempatkan di traffic light Pasar Johar arah Bundaran Bubakan,” katanya.

Penutupan jalan segmen I berlangsung hingga 22 November 2020. Arus kendaraan dari Jalan MT Haryono yang akan menuju Kota Lama atau Stasiun Tawang dialihkan ke Jalan Agus Salim-Suari-Sendowo-Kali Semarang. Sedangkan kendaraan dari Pasar Johar menuju Jalan Dr Cipto atau Citarum dialihkan ke Jalan Kali Semarang-Tawang-Cendrawasih-Bubakan-Pattimura. Kendaraan dari Jalan MT Haryono ke arah pelabuhan atau Demak, dialihkan ke Jalan Patimura-Widoharjo-Raden Fatah.

Baca juga:  Pemkot Semarang Raih Penghargaan Zona Integritas

Selanjutnya pada pengerjaan segmen II, sebagian ruas Jalan MT Haryono, Jalan Cendrawasih, dan Bundaran Bubakan akan ditutup atau dibatasi. Pada segmen III, penutupan atau pembatasan jalan hanya akan dilakukan di Jalan MT Haryono. Sedangkan saat pengerjaan segmen IV, arus lalu lintas dari Jalan MT Haryono menuju Jalan Citarum atau Jalan Dr Cipto dialihkan ke Bundaran Bubakan dan menuju Jalan Pattimura. Seluruh proyek penutupan secara bertahap ini akan berlangsung hingga 22 November 2020.

Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menjamin penutupan kawasan Bubakan tidak terlalu mengganggu aktivitas usaha di lokasi tersebut. “Ditutup jalannya karena di sekitar lokasi akan diperbaiki agar lebih baik. Sebetulnya tidak ditutup secara total, tetapi buka-tutup,” kata perempuan yang akrab disapa Mbak Ita ini.

Baca juga:  Ribuan Buruh Geruduk Gubernuran, Tolak UMK 2022

Diakuinya, proyek perbaikan infrastruktur ini memang memiliki dampak, misalnya ketersendatan lalu lintas. Tapi bila proyek telah selesai, maka kawasan tersebut akan berkembang lebih baik. Ditargetkan proyek perbaikan infrastruktur di Bundaran Bubakan benar-benar selesai pada akhir 2020. (den/aro/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya