alexametrics

Pandemi, Wajib Pajak Restoran Bertambah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – malah meningkat. Dari sebelumnya 1.800, kini bertambah menjadi lebih dari 2.000 wajib pajak.

Kabid Pajak II Bapenda Kota Semarang Elly Asmara mengatakan, dari kondisi tersebut terlihat jelas industri kuliner justru mengalami peningkatan. “Buktinya, jumlah wajib pajak malah meningkat,” kata Elly kepada Jawa Pos Radar Semarang Rabu (19/8/2020).

Dikatakan Elly, penambahan jumlah Wajib Pajak (WP) tersebut akan mampu mendongkrak PAD dari sektor pajak restoran. Saat ini, realisasi dari penerimaan pajak restoran masih terseok-seok. Dari target sebesar Rp 1,13 triliun di 2020, sampai sekarang baru terealisasi Rp 75 miliar. Penambahan jumlah WP tersebut setidaknya menjadi angin segar bagi Pemkot Semarang. “Jadi sudah mulai bermunculan dan bertambah sejak April 2020. Meski banyak restoran yang tutup, tapi yang baru dan masih buka tetap ada,” imbuh Elly.

Baca juga:  Kebijakan Tanpa Non ASN, Masih Wait and See

Berkaca dari kondisi tersebut, Elly berharap iklim pajak akan tetap membaik. Pemasukan pajak tetap lancar dan tidak ada resto yang tutup. Kendati demikian, target awal akan tetap dipegang. Namun, realisasinya akan menyesuaikan kondisi. Sebab pandemi covid-19 belum berakhir. “Mudah-mudahan iklim ini tidak hanya sebentar. Tidak menjadi pengusaha resto musimam,” tuturnya.

Elly berujar, demi meningkatkan WP maka Bapenda Kota Semarang menyiapkan strategi. Hal itu menyusul sudah tingginya kesadaran wajib pajak di Kota Semarang. Selain restoran, Bapenda tetep menggenjot sektor pajak yang belum maksimal. Sebut saja pajak air bawah tanah, reklame dan restoran. “Kami meninjau kembali WP dengan verifikasi data. Jika mereka sudah lapoŕ pajak, wajib menunjukkan buktinya. Jika dikurun waktu tiga bulan belum bayar, kita diingatkan,” tutur Elly.

Baca juga:  SK Jadi Objek Wisata Kuliner dan Religi

Selain itu, penerapan new normal harus benar-benar diterapkan. Baik dalam segi ekonomi dan pemasukan. Utamanya pajak. Pembinaan administrasi dan verifikasi data terus dilakukan sampai akhir tahun. “Ekonomi restoran sudah mulai beranjak lagi. Secara persuasif, mengumpulkan data WP sampai akhir tahun. Ini kewajiban yang pro untuk menambah PAD Kota Semarang yang seret,” ungkap Elly. (avi/ton/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya