alexametrics

Buang Sampah di Dapat Kuota Internet

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangPemerintah Kota (Pemkot) Semarang mencoba mengembangkan konsep smart park. Salah satunya dengan menambah fasilitas smart trash bin atau bak sampah pintar di setiap taman kota. Konsep tersebut untuk memberi kenyamanan warga. Sekaligus membuat masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan. Di mana, setiap pengunjung yang membuang sampah di smart trash bin akan mendapat kuota internet.

Kabid Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang Murni Ediati mengatakan, konsep ini untuk membuat masyarakat nyaman saat berada di taman. “Konsep ini akan diaplikaskan di taman-taman aktif,” katanya Selasa (18/8/2020).

Pipie begitu ia disapa, menjelaskan untuk mewujudkan konsep ini, pemkot akan menggandeng pihak swasta. “Jika pengunjung taman memasukkan beberapa kali sampah, akan mendapatkan reward berupa kuota internet gratis. Cara ini juga bisa sebagai edukasi masyarakat peduli lingkungan,” terangnya.

Baca juga:  Pipa Septic Tank Pasar Bulu yang Sempat Pecah Sudah Diperbaiki

Rencananya, pihaknya akan mengajukan 1.000 tempat sampah pintar. Selain di taman, tempat sampah ini juga akan ditempatkan di objek wisata dan trotoar. Konsep smart park, lanjut dia, juga memiliki fasilitas CCTV dan wifi. “CCTV ini bisa terintegrasi dengan situation room di Balai Kota dan Smart Room di Disperkim,” jelasnya.

Ia menjelaskan, taman yang sudah dilengkapi wifi di Kota Semarang, baru ada tiga titik, yakni di Taman Indonesia Kaya, Simpang Lima dan Bumirejo. Rencananya penambahan wifi akan dilakukan ditaman-taman yang lain dan akan mulai dianggarakan pengadaannya pada 2021.

“Kita juga akan melengkapi dengan charging station di taman kota. Total ada 10 lokasi, pengadaannya dapat bantuan dari Pemrov Jateng, lalu pengelolannya ada di Disperkim,” ujarnya.

Baca juga:  Din Syamsuddin: Relasi Sosial Berubah Drastis

Sistem penyiraman otomatis juga sedang digagas untuk melangkapi taman pintar, apalagi saat ini penyiraman masih dilakukan secara manual dengan mobil tanki keliling. Targetnya tahun depan, aka nada du ataman kota yang memiliki sistem penyiraman otomatis.“Rencananya kami terapkan di taman Tugu Muda, dan Taman Kalibanteng. Sistem ini bisa diatur jam penyiraman dan bisa dilkaukan dari jarak jauh,” pungkasnya. (den/zal/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya