alexametrics

Kelabuhi Petugas, 3,8 Juta Rokok Ilegal Ditutup Cabai dan Kerupuk

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Penyelundupan 3,8 juta batang rokok ilegal dari Jepara menuju wilayah Sumatera berhasil digagalkan Tim Kanwil Bea Cukai Jateng-DI Jogjakarta. Pelaku mengelabui petugas dengan menutupi rokok ilegal tersebut dengan muatan karung berisi cabai keriting. Ada pula yang ditutup dengan muatan kerupuk. Penindakan ini setidaknya menyelamatkan kerugian keuangan negara hingga Rp 1,99 miliar.

Kasus ini terungkap saat petugas Kanwil Bea Cukai Jateng-DI Jogjakarta mendapat informasi adanya upaya penyelundupan rokok ilegal ke wilayah Sumatera.  Begitu menerima informasi tersebut, tim melakukan patroli di sepanjang jalan yang akan dilalui kendaraan pengangkut rokok ilegal, mulai Jalan Demak-Semarang dan Jalan Tol Semarang – Tegal dengan menggandeng Tim Bea Cukai Semarang dan Tegal.

Nah, setelah sekian lama melakukan pemantauan, akhirnya tim gabungan mendapati sebuah truk mencurigakan di Tol Pejagan – Pemalang di KM-311, Sumur Gesing, Jebed Utara, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Sabtu (9/8/2020) sekitar pukul 03.30.

Baca juga:  Nauval Menangis, BKSDA Tembak Bius Ipan Si Owa Jawa

Saat itu, dilakukan pemeriksaan dan penindakan pertama terhadap sebuah truk yang kedapatan mengangkut rokok ilegal berbagai merek yang dilekati pita cukai palsu dan tanpa pita cukai.

“Total rokok ilegal yang diangkut sebanyak 1,07 juta batang senilai Rp 1,09 miliar dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 638,41 juta,” ungkap  Kabid Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Jateng Amin Tri Sobri kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dikatakan, untuk mengelabuhi petugas, rokok ilegal itu sengaja ditutupi muatan karung berisi cabai keriting. Selanjutnya, rokok ilegal, truk beserta sopir dan kernet dibawa ke Bea Cukai Tegal untuk pendalaman.

Menurutnya, penindakan yang dilakukan instansinya sampai tiga kali dalam operasi dua hari berturut-turut sejak 8 hingga 9 Agustus 2020 di wilayah Jawa Tengah.

“Dalam operasi di akhir pekan ini berhasil diamankan 3,8 juta batang rokok ilegal senilai Rp 3,86 miliar yang berpotensi merugikan keuangan negara senilai Rp 1,99 miliar,” bebernya.

Baca juga:  Angkat Smart City, Wali Kota Hendi Raih Gelar Doktor Fisip Undip

Selain di Pemalang, pihaknya juga melakukan pemeriksaan dan penindakan kedua terhadap sebuah truk yang kedapatan mengangkut 780 ribu batang rokok ilegal tanpa dilekati pita cukai. Selanjutnya, truk, barang hasil penindakan beserta sopir dan kernet dibawa ke Bea Cukai Semarang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Nilainya diperkirakan sebesar Rp 795,6 juta, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 462,78 juta. Rokok-rokok tersebut ditutupi dengan muatan kerupuk sebagai kamuflase,” katanya.

Penindakan ketiga dilakukan bekerja sama dengan Bea Cukai Cirebon di Rest Area 229 Tol Palikanci, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Minggu, 9 Agustus 2020 pukul 19.30.

Kepala Seksi Penindakan I Thomas Aquino menyebutkan, sebelum penindakan dilakukan, timnya sempat kehilangan jejak pelaku. Namun pihaknya segera berkoordinasi dengan pihak-pihak eksternal dan diperoleh informasi truk teridentifikasi di wilayah Banjarnegara.

“Selanjutnya dilakukan koordinasi dengan Bea Cukai Purwokerto dan Cirebon untuk melakukan pengejaran hingga Tol Palikanci. Tim gabungan akhirnya berhasil melakukan penghentian terhadap truk tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan didapati 1,96 juta batang rokok tanpa dilekati pita cukai dengan nilai sebesar Rp 1,96 miliar dan dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 895,44 juta,” katanya.

Baca juga:  Kendalikan Anak dari Candu Gadget

Seluruh barang hasil penindakan, truk, beserta sopir dan kernet kemudian dibawa ke Bea Cukai Cirebon untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Ia mengatakan, rokok-rokok tersebut hendak dipasarkan ke wilayah Sumatera yang memang menjadi pasar tersendiri. “Para sindikat antara lain menyasar daerah Padang, Jambi, Pekanbaru dan Lampung,” bebernya.

Thomas menyebutkan, pelaku peredaran rokok ilegal akan dijerat dengan pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai.

Ancaman hukumannya pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun, dan atau pidana denda paling sedikit dua kali nilai cukai, dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar. (mha/aro/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya