alexametrics

Stres, Samson dan Boboy Gebrak-Gebrak Kandang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dua orang utan dewasa dikembalikan ke habitatnya di Kalimantan Barat lewat Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Kedua orang utan itu bernama Samson dan Boboy. Pengembalian itu dilakukan oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah bekerja sama dengan Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang.

Kepala BKSDA Jateng, Darmanto mengatakan, orang utan bernama Samson berasal dari lembaga konservasi tak berizin di Taman Marga Satwa Jurang Kencana Kendal. Sedangkan Boboy sebelumnya dirawat di salah satu rumah warga Semarang. Kedua orang utan itu dimasukkan kandang berukuran 1,5×1,5 meter yang diberi dedaunan, serta bagian atasnya diberi penutup agar tidak panas. “Dengan dinaikkan mobil pikap, dua ekor orang utan itu dibawa ke Kalimantan Barat dengan menumpang kapal DLU Ferry,” jelasnya.

Baca juga:  Hendi Tanggung Kerugian Pengamen Angklung Kota Lama

Dikatakan, saat di dalam kandang, kedua orang utan itu cukup ganas. Ketika didekati orang tak dikenal, kandang langsung digebrak-gebrak. Warga pun diminta menjauh, karena orang utan tersebut sedang stres.

Darmanto mengatakan keberadaan kedua orang utan tersebut telah dipantau dan diverifikasi sejak Oktober 2019. Selanjutnya, pihaknya melaporkan hal tersebut kepada Direktur Jenderal KSDAE dan Direktur KKH untuk mendapat arahan langsung terkait penyelamatan kedua orang utan tersebut bersama lembaga terkait.

“Upaya penyelamatan ini merupakan hasil kerja sama dan peran multipihak antara pemerintah dengan NGO – Yayasan IAR Indonesia serta Balai KSDA Kalimantan Barat dalam upaya pelestarian spesies kera kharismatik endemik Indonesia yang terancam populasinya karena kerusakan habitat, perburuan, perdagangan dan pemeliharaan secara ilegal,” katanya.

Baca juga:  Delapan Jam Buka Layanan Mobile, Hanya Dapat 25 Pendonor

Darmanto berharap semua proses penyelamatan ini mulai pemeriksaan kesehatan hingga perjalanan sampai tujuan berjalan dengan baik, dan kedua orang utan tersebut bisa segera pulih serta memiliki kesempatan hidup bebas di habitatnya.

“BKSDA Jawa Tengah berterima kasih dan memberikan apresiasi terhadap semua pihak yang terlibat serta mendukung upaya penyelamatan ini demi orang utan mendapatkan kembali kesejahteraannya selama menjalani perawatan dan rehabilitasi di IAR Indonesia di Ketapang, Kalimantan Barat,” tambahnya.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang Parlin Robert Sitanggang mengatakan, konservasi IAR dua ekor orang utan itu kalau sudah masuk, maka akan dilakukan isolasi dan direhabilitasi selama dua bulan di Ketapang, Kalimantan Barat. Kalau memang nantinya dapat berinteraksi dengan bagus dan secara kesejahteraan hewannya bagus akan dilepas di hutan konservasi.

Baca juga:  Ketua DPRD Dongkrak Mental Wirausaha

Parlin mengaku, satu dari dua ekor orang utan yang dikembalikan itu merupakan salah satu kepedulian dari pemiliknya yang diserahkan secara sukarela kepada BKSDA Jateng. Sebab, orang utan termasuk hewan yang dilindungi dan tidak sembarangan dalam pemeliharaan.

“Ini baru kali pertama untuk orang utan. Sebelum diberangkatkan ke Ketapang sudah dilakukan pemeriksaan apakah hewan itu  berpenyakit rabies atau TBC. Namun hasilnya negatif. Sebelumnya Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang juga menyerahkan tiga ekor burung Cucak Hijau ke konservasi Sido Muncul Kabupaten Semarang,” katanya. (hid/aro/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya