alexametrics

Temui Wali Kota, Pedagang Tak Sabar Boyongan ke Johar Lama

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Pedagang sudah tak sabar untuk segera menempati Pasar Johar Lama atau Johar Heritage. Sebab, meski pembangunan Pasar Johar Lama sudah selesai, hingga kini belum ada kejelasan kapan boyongan pedagang akan dilakukan. Karena itu, Senin (27/7/2020),  belasan perwakilan pedagang Pasar Johar Lama melakukan audiensi dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Balai Kota Semarang. Audiensi ini dilakukan karena pembangunan Pasar Johar Lama telah selesai, dan pedagang ingin kembali ke pasar tersebut.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Johar Lama Dinurahman mengatakan, setelah terbakar lima tahun lalu, pedagang belum mendapatkan kepastian dari Pemerintah Kota Semarang terkait kapan bisa kembali masuk dan kembali pedagang.

“Sudah lima tahun setelah kejadian dulu, belum ada kepastian kapan kita masuk. Padahal pembangunan bangunan utama Pasar Johar di cagar budaya sudah selesai,” katanya usai menemui Wali Kota Semarang.

Pasca diporak-porandakan si jago merah lima tahun lalu, sampai saat ini pedagang masih menempati kios di Pasar Johar Relokasi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Pedagang, lanjut Dinurahman, ingin segera pindah ke pasar yang fisik bangunannya sudah selesai diperbaiki.

“Setelah kasus kebakaran dulu, ekonomi pedagang terpuruk. Kami ingin menempati kios baru agar bisa menata kembali usaha kami,” ujarnya.

Baca juga:  39 Warga Binaan Lapas Perempuan Gunakan Hak Pilih

Tempat relokasi Pasar Johar, lanjut dia, kondisinya cukup sepi. Untuk itu, pedagang mendesak Pemkot Semarang agar segera bisa kembali berjualan di tempat yang lama.

“Kalau yang modalnya kuat memilih pindah. Kalau yang nggak ya tetap di tempat relokasi. Harapan kami, Januari 2021 ada perkembangan bagus, sehingga teman-teman pedagang bisa masuk,” harapnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengaku memahami apa yang dirasakan pedagang yang dulunya berjualan di Pasar Johar Lama. Pria yang akrab disapa Hendi ini menjelaskan, jika Johar Heritage dan Pasar Johar Utara bisa mulai ditempati pedagang. Sehingga bisa meringankan beban perawatan bagi pemkot sendiri.“Sebenarnya bisa meringankan  biaya perawatan bagi pemerintah kota. Namun sampai saat ini belum ada titik temu,” jelasnya.

Maksudnya adalah beberapa kali Dinas Pedagangan telah melakukan pertemuan dengan perwakilan pedagang. Hasilnya, sebagian pedagang masih tidak mau pindah jika pemindahan dari tempat relokasi MAJT tidak dilakukan secara bersamaan. “Beberapa kali sudah ada pertemuan dengan dinas, namun belum ada titik temu. Intinya ada yang ingin pindah satu pindah semua, jadi ini beban buat kami,” tuturnya.

Menurut dia, audiensi yang dilakukan dengan perwakilan pedagang Pasar Johar Lama ini bisa menumbuhkan semangat pemkot untuk kembali melakukan komunikasi dengan para pedagang yang saat ini menempati tempat relokasi.

Baca juga:  Gerai Transmart Majapahit Pecah Keramaian

“Saat ini masih pandemi, perlu waktu untuk membahas masalah ini, karena situasianya agak rawan, maka nanti kalau sudah reda kami akan buka kembali komunikasi yang lebih sehat,” jelasnya.

Untuk kelanjutan pembangunan Kawasan Johar, politisi PDI-Perjuangan ini menjelaskan, akan segera dilakukan. Dikarenakan, saat ini proses pembangunan Pasar Kanjengan telah masuk tahap lelang. Rencananya, akan dibangun menjadi empat lantai agar dapat menampung lebih banyak pedagang. Sedangkan Johar Selatan, saat ini masih dalam proses penyempurnaan desain.“Satu sampai dua bulan mudah-mudahan mulai dilelang,” katanya.

Terpisah, anggota DPRD Kota Semarang mendesak agar pembangunan kawasan Pasar Johar bisa segera rampung. Sehingga pedagang  yang saat ini masih berada di Johar Relokasi MAJT bisa segera kembali berjualan di tempat semula.

“Harapan kami memang begitu. Pembangunan di kawasan Pasar Johar segera selesai, dan para pedagang diharapkan bisa kembali aktif mencari rezeki di Pasar Johar lagi,” kata  Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Joko Susilo kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (27/7/2020).

Diketahui, pembangunan kawasan Pasar Johar ini sudah menjadi planning Pemkot Semarang yang dibangun secara multiyears dan dananya berasal dari pemerintah kota, provinsi, dan pusat. Akan tetapi, rencana pembangunan tersebut harus tertunda lantaran adanya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. Namun demikian, Joko Susilo berharap agar masa pandemi ini bukan menjadi halangan untuk meneruskan pembangunan kawasan Pasar Johar yang sudah menjadi ikon kota ini.

Baca juga:  Napi Lansia Rutin Jalani Posyandu

Saat ini, kata dia, kelanjutan pembangunan Pasar Kanjengan masih dalam proses lelang yang dilakukan oleh Kementerian PUPR. Joko Susilo pun berharap supaya pembangunan Pasar Johar dan Kanjengan bisa cepat selesai. Sehingga pada 2021 mendatang, para pedagang sudah bisa kembali lagi mencari rezeki di Pasar Johar Lama. “Kami juga berharap supaya nantinya tidak ada gejolak di saat para pedagang pindah ke Pasar Johar Lama,” harapnya.

Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang H Soewanto berharap, pemindahan pedagang dari kawasan MAJT ke Pasar Johar Lama jangan ada yang ketinggalan. Jumlah lapak atau kios harus sesuai dengan jumlah pedagang.

“PPJP Kota Semarang masih menunggu untuk penyelesaian pembangunan di kawasan Pasar Johar Lama, sehingga nanti pemindahan pedagang bisa bersama-sama, dan jangan ada yang ketinggalan. Apalagi sampai tidak memperoleh tempat,” tandasnya. (den/nor/aro/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya