alexametrics

Aktif Lagi sebagai Dosen Unnes, Sucipto: Saya Tetap Akan Kritik Rektor

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Konflik yang terjadi antara Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Fathur Rokhman dan dosen Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes Sucipto Hadi Purnomo berakhir happy ending. Rektor telah mencabut surat penonaktifakan Sucipto sebagai dosen. Sebelumnya Sucipto dinonaktifkan pada 14 Februari 2020 lalu. Penyebabnya, diduga terkait pelanggaran disiplin kepegawaian. Pelanggaran berkaitan dengan postingan di Facebook setahun silam yang menyinggung nama Presiden Joko Widodo dan cucunya, Jan Ethes Srinarendra.

Menurut infomasi dari pihak kampus, pengaktifkan Sucipto ditandai dengan penyerahan surat Keputusan Rektor Unnes No B/401/UN37/HK/2020 tentang Pencabutan SK Rektor No B/167/UN37/HK/2020 tentang Pembebasan Sementara dari Tugas Jabatan Dosen atas nama Dr Sucipto Hadi Purnomo SPd, MPd pada Jumat, 24 Juli 2020.

Baca juga:  Pandemi, Makin Banyak Ibu Hamil

“Saat ini kita akan jalin komunikasi yang baik dengan semua pihak. Semua anak bangsa harus tumbuh dan berkembang dengan hal yang positif. Kami kan satu keluarga Unnes. Saat ini, waktunya bersama untuk memajukan Unnes agar semakin unggul,” kata Rektor Fathur Rokhman kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Diaktifkannya kembali Sucipto secara otomatis dipulihkannya tugas, fungsi, dan hak-hak kepegawaian Sucipto sebagai dosen, termasuk tunjangan sertifikasi dosen dan remunerasi yang selama lima bulan terakhir ini tidak dicairkan akan diberikan. “Jangan sampai energi kita terlalu banyak tersita untuk hal-hal yang tidak produktif,” tegas Fathur.

Saat dikonfirmasi Sucitpto membenarkan kembali bertugas sebagai dosen Bahasa dan Sastra Jawa FBS Unnes. Meski begitu, dirinya mengaku akan menjadi mitra kritis untuk rektor dan pejabat kampus lainnya.

Baca juga:  Anggaran Jaring Pengaman hingga Oktober

“Saya tetap akan kritik rektor atau siapapun pejabat publik, ini bagian dari tanggung jawab seorang akademisi,” tuturnya.

“Saya juga sampaikan itu kepada Rektor Unnes Prof Fathur saat penyerahan SK, dan beliau tidak berkeberatan. Sebab, sikap kritis itulah jati diri akademisi,” tegasnya. (den/aro/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya