alexametrics

Belajar dan Berdoa di Masa Pandemi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pandemi Covid-19  memang menjadi tantangan. Namun bukan berarti menjadikan karyawan Jawa Pos Radar Semarang patah semangat. Justru momen ini menjadi ajang pembuktian konsistensi. Untuk terus memberikan yang terbaik bagi pembaca dan mitra.

Berbagai upaya dilakukan. Salah satunya dengan menambah ilmu lewat kelas karyawan.  Ada kelas wartawan, redaktur, administrasi, layouter,  marketing iklan, hingga kelas manager. Waktunya seminggu sekali. Para karyawan secara sadar mengikuti. Karena mereka merasa perlu untuk terus meningkatkan kualitas diri.

Untuk kelas wartawan dilaksanakan setiap Selasa pukul 09.00 – 11.00.  Dua pekan sekali. Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi tidak pernah absen untuk mementori.  Kelas redaktur setiap Kamis pukul 09.00-11.00. Kelas layouter setiap Jumat pukul 09.00-11.00.  Kelas administrasi setiap Sabtu pukul 09.00-12.00. Sedangkan kelas marketing iklan setiap Selasa pukul 11.00-13.00.

Dalam setiap kelas, setiap karyawan dipersilakan membawa bekal dari rumah. Kebanyakan membawa jajanan pasar. Pemilihan lokasi pun berada di ruang rapat belakang Radar Semarang yang terbuka. Karena di sana sirkulasi yang ada mencukupi. Udara keluar masuk dengan baik. Dengan tetap menggunakan masker, persebaran Covid-19 dapat diantisipasi. Ditambah dengan adanya kolam renang di salah satu sisi. Semakin menunjang suasana khidmat untuk proses belajar.

Baca juga:  PGN Alirkan Gas ke Lima Pelanggan Sektor Baja

Namun ada yang berbeda pada Selasa (21/7/2020). Terasa lebih spesial. Biasanya hanya ada kelas wartawan. Kali ini ditambah doa bersama. Tidak hanya wartawan. Karyawan lainnya ikut. Termasuk Direktur Baehaqi, General Manager Iskandar dan Pemimpin Redaksi Arif Riyanto. Total ada 57 karyawan yang hadir.

Tempat doa bersama pun berganti. Di aula lantai satu kantor Radar Semarang. Para karyawan wajib memakai masker. Juga menjaga jarak satu meter. Pukul 11.00 tepat acara dimulai.

Doa diawali dengan membaca Al Fatihah. Lalu  pembacaan salawat Thibbil Qulub yang dipimpin Baehaqi. Salawat ini dimaksudkan untuk memohon kepada Yang Maha Kuasa, agar seluruh karyawan dihindarkan dari segala macam penyakit dan bala. Seluruh karyawan juga mendoakan agar pandemi ini bisa segera berlalu.

Baca juga:  Dewan Sorot Sarpras E-KTP hingga Infrastruktur Jalan

Usai salawat Thibbil Qulub, dilanjutkan dengan pembacaan Syair Abu Nawas yang dipimpin wartawan Radar Semarang di Kendal, Budi Setyawan, dan Manager Keuangan Indah Fajarwati.  Semua karyawan menundukkan kepala. Khusyuk. Pemimpin Redaksi Arif Riyanto sampai menangis. Air mata Aro –sapaan Arif– sampai menetes di karpet warna abu-abu.“Saya baru kali ini lihat Mas Aro menangis,” kata wartawan DPRD Kota Semarang, Adennyar Wycaksono usai doa bersama.

Baehaqi menjelaskan, bacaan ini merupakan milik wali terkenal di masa kerajaan Harun Ar-Rasyid. Di dalamnya mengandung makna pengakuan dosa manusia. Baik disengaja maupun tidak. Dan memohon ampunan dari Yang Maha Kuasa atas hal tersebut.

Setelah Syair Abu Nawas, dilanjut dengan membaca istighfar: astagfirullah robbal baroya. Kali ini, dipimpin Baehaqi sendiri. Di sela bacaan, ia kembali mengajak karyawan meninggalkan semua urusan guna menyatukan wajah hati dan pikiran untuk memohon pengampunan.”Berapa dosa yang kita lakukan. Tidak peduli waktu, pikiran kita selalu dirasuki duniawi. Maka ini saatnya kita beristighfar,” ujarnya.

Baca juga:  Gelar Pameran Tunggal, Tampilkan 27 Lukisan

Suara alunan istighfar pun semakin lantang terdengar. Kemudian dilanjut dengan Salawat Asyghil sebanyak 11 kali. Lalu Salawat Allahul Kahfi. Pada bacaan inilah Baehaqi dan seluruh karyawan memanjatkan doa. Kali ini meminta agar dimudahkan dalam segala usaha. Terutama saat pandemi ini. Dan diberikan jalan yang lapang dalam bekerja dan belajar untuk memperbaiki diri.”Kita minta kecukupan rezeki kepada Allah SWT. Segala yang kita perlukan dapat tercukupi. Karena Allah mencukupi,” katanya.

Selanjutnya pembacaan doa yang dipimpin wartawan Radar Semarang di Demak, Wahib Pribadi. Rangkaian doa bersama selesai dilakukan. Karyawan Radar Semarang pun melanjutkan dengan makan bersama. Menunya nasi gudeg telur dan suwiran ayam. Selain itu, aneka jajanan yang dibawa karyawan dimakan bersama. Ada gorengan, pudding, roti, pisang rebus, kacang rebus, dan lainnya.  Semua menikmati. Saling berbincang dan bersyukur dengan nikmat Yang Maha Kuasa. Alhamdulillah(akm/aro/bas)

Para karyawan Jawa Pos Radar Semarang mengikuti doa bersama dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya