alexametrics

Gelar Konser Adaptasi, Jumlah Penonton Dibatasi 50 Orang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar), memberikan dukungan nyata kepada musisi lokal untuk tetap berkarya di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya dengan menggelar Konser Adaptasi di Rooftop Artotel Semarang Sabtu (18/9/2020) malam.

Menghadirkan tiga musisi lokal, yakni Rumi, Bianca Shakila, dan Hendra Kumbara. Penyelenggaraan konser dilakukan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Penonton hanya dibatasi 50 orang. Wajib memakai masker dan face shield.

Kepala Disbupar Kota Semarang Indriyasari mengatakan, tiket konsep adaptasi ini hanya dijual melalui online. Selain itu para pembeli tiket wajib mengisi formulir data sebagai cara skrining adanya potensi virus korona.

“Jika ada pembeli tiket yang berpotensi membawa virus korona, akan dilakukan tes terlebih dulu. Para musisi pun sebelumnya menjalani swab test untuk memastikan mereka sehat,” katanya usai pelaksanaan Konser Adaptasi.

Baca juga:  Siap-Siap Lur, E-Tilang Mulai Berlaku 17 Maret 2021

Penyelenggaraan konser memang bukan tanpa kendala. Iin-sapaan akrab Indriyasari- mengatakan, sebelum konser berlangsung, ada perdebatan sengit dengan beberapa pihak. Karena dikhawatirkan malah akan terjadi penumpungkan pengunjung. Namun debat berhenti ketika kebijakan penonton hanya 50 orang.

“Penonton yang masuk juga wajib cek suhu, memakai masker. Penyelenggar juga membagikan face shield, tempat duduk juga diatur agar jarak tetap aman,” tandasnya.

Iin menjelaskan jika konser tersebut menjadi contoh pertunjukan seni di era kebiasaan baru. Menurutnya, Disbudpar juga tengah menyiapkan konsep-konsep kegiatan seni dan budaya lainnya. Termasuk melakukan simulasi kegiatan seni di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS).

Selain itu, Disbudpar juga sedang menggagas konser dengan konsep drive in atau menonton di dalam mobil.

Baca juga:  Pojok Wifi Gratis untuk Sinau

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menambahkan, Konser Adaptasi ini menjadi upaya Pemerintah Kota Semarang untuk kembali mengangkat dunia seni seperti dulu meski terjadi di masa pandemi.

“Pandemi bukan berarti mematikan karya seniman. Adanya inovasi seperti ini akan terus didukung pemerintah. Tentunya harus ada kolaborasi dengan para seniman,” imbuhnya. (den/zal/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya