alexametrics

Personel Minim, Parkir Berlangganan Gagal Teralisasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Minimnya personel dan gagalnya penerapan parkir berlangganan diklaim Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang sebagai faktor jebloknya pendapatan retribusi parkir.

Kepala Dishub Kota Semarang Endro Pudyo Martanto mengatakan bahwa luas Kota Semarang belum sebanding dengan jumlah personel Dishub yang hanya beberapa orang saja.

Sementara terkait parkir berlangganan yang gagal diwujudkan, Endro mengklaim, pihaknya sudah beberapa kali berkoordinasi dengan Samsat untuk mengikutkan pembayaran parkir berlangganan dengan pembayaran pajak STNK. Namun ternyata hal itu di luar aturan Samsat.

“Jadi, ternyata notice STNK tidak boleh ditambah embel-embel lain. Seperti parkir berlangganan, karena nanti bisa dianggap pungutan,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang Kamis (16/7/2020).

Baca juga:  Santuni Puluhan Anak Yatim

Endro menjelaskanm, selama ini Dishub juga menetapkan target pada juru parkir. Namun kenyataannya, juru parkir tidak bisa memenuhi target. “Kalau kita terlalu menekan target, nanti juru parkir akan lari semua. Kalau mereka kabur lalu siapa yang bisa melaksanakan?” ujarnya.

Di balik jebloknya realisasi pendapatan parkir, Endro mengaku, saat ini hampir setiap bulan Dishub selalu menemukan titik-titik parkir baru. Baginya, ini bisa diserap untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Di samping itu, di bulan ketujuh tahun ini Dishub telah memenuhi 58 persen target. Dari Rp 2,7 miliar target yang ditetapkan,  saat ini telah maduk lebih dari Rp 1 miliar. Meski tidak tinggi angkanya, dikatakan oleh Endro, pemenuhan target tersebut naik dari tahun sebelumnya.

Baca juga:  Malam Ini, Gus Miftah dan Hendi Ngaji Bareng

“Masih ada sisa  enam bulan berjalan, semoga bisa mendekati pencapaian  80 persen lebih. Yang jelas ini naik dari pencapaian target tahun lalu,” tandas Endro. (nor/zal/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya