alexametrics

Gagal Dapat Kerja, Gantung Diri Pakai Selang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Suasana duka menyelimuti warga Jalan Tlogosari 2 Kelurahan Bulusan Kecamatan Tembalang. Alviendo Surya Nugraha, 27, ditemukan tewas tergantung di kamar rumahnya. Diduga merasa depresi karena tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Pada hari yang sama, menyusul sang kakek meninggal juga.

Alviendo Surya Nugraha, 27, merupakan warga Jalan Tlogosari 2 RT 1 RW 1 Kelurahan Bulusan Kecamatan Tembalang. Korban ditemukan tewas gantung diri di kamar rumahnya Minggu (12/7/2020) pukul 17.00. Korban bunuh diri menggunakan selang plastik, yang terikat di lehernya dan tergantung di jendela di atas kamar tidur.

Yang mengetahui kali pertama adik kandung korban yang penasaran. Biasanya selalu bercengkerama dengan korban, tapi sejak pagi tidak kelihatan batanghidungnya. Sang adik pun berusaha mengetuk kamar kakaknya berkali-kali, tapi tidak ada respons. Saat dibuka, ternyata tidak dikunci. Begitu masuk kamar, tak menduga sama sekali, sang kakak dalam posisi gantung diri.

Baca juga:  Idealnya, Jadi 22 Kecamatan dan 250 Kelurahan

Adik kandung korban pun langsung lari keluar rumah meminta pertolongan saudara-saudaranya yang masih berdekatan. Pihak kerabat langsung menuju lokasi melakukan pengecekan. Temuan tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Tembalang dan diteruskan ke Unit Inafis Polrestabes Semarang.

“Ya mungkin depresi. Kalau menurut ceritanya korban itu melamar kerja selalu gagal saat tes kesehatan. Ya mungkin merasa frustasi, depresi. Korban sempat kerja beberapa tahun di perhubungan, tapi tidak ada ikatan dinas, hanya kontrak. Terus selesai dan melamar kerja terus, tapi selalu gagal,” beber saudara korban yang tak mau disebutkan namanya.

Pihak Unit Inafis Polrestabes Semarang bersama petugas Polsek Tembalang melakukan identifikasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Saat petugas menurunkan korban, sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Baca juga:  Fokus Low Budget, Spot Mudah dan Ikan Banyak

Kapolsek Tembalang Kompol Masud memastikan tidak menemukan tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban. “Murni meninggal akibat bunuh diri. Alasan bunuh diri kami kurang mengetahui, yang jelas keluarga korban telah menerima kejadian ini dan menolak untuk diotopsi,” kata Kompol Masud.

Dalam suasana duka, sang kakek korban yang juga tingga serumah mendadak meninggal. Diduga, kakek korban yang sudah berusia 80 tahunan ini kaget hingga akhirnya meninggal. Diduga akibat serangan jantung setelah melihat kejadian tersebut. “Iya kakeknya ikut meninggal dunia. Jadi ada dua orang yang meninggal dalam satu rumah. Ya karena sudah tua,” pungkasnya. (mha/ida/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya