alexametrics

Terbukti Curang, Peserta PPDB Bakal Didepak Setelah Sidang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Jika terbukti melanggar ketentuan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK, maka peserta didik akan langsung didepak meski sudah dinyatan diterima. Namun tentunya hal tersebut melalui beberapa tahapan. Salah satunya lewat persidangan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah Jumeri mengatakan, bagi peserta didik yang akan dicoret dari PPDB harus melalui persidangan terlebih dahulu.

“Temuan dalam verifikasi akan disidangkan. Untuk keputusan cut itu ada keputusan sidang yang kita buat supaya lebih adil, tidak sepihak semua,” ujar Jumeri kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (3/7/2020).

Namun, lanjutnya, sejauh ini belum ada satupun peserta PPDB yang disidangkan. “Sejauh ini belum ada yang disidangkan, nanti di akhir verifikasi,” katanya.

Ia juga mengatakan, jika sampai saat ini belum bisa dipastikan terkait jumlah pelanggaran atau temuan ketidakcocokan data saat verifikasi PPDB.  Hal itu karena proses verifikasi masih berjalan.  “Temuan belum kita rekap, jadi masih jalan. Ternyata teman-teman membagi dalam delapan hari, sehingga tidak bisa langsung jadi. Masih sampai besok Selasa,” ujarnya.

Baca juga:  Tamzil akan Polisikan Saksi yang Bohong

Di dalam perjalanan proses validasi, pihaknya memang menemukan beberapa ketidakcocokan data dalam Surat Keterangan Domisili (SKD). Juga sertifikat atau piagam dari peserta PPDB. “Memang ada SKD ditemukan tidak pas, ada yang sertifikat atau piagam tidak pas. Tapi secara umum sudah bagus, karena begitu kita beri peringatan sudah banyak yang nyabut,” katanya.

Sidang kemungkinan akan dilaksanakan setelah semua hasil temuan tersebut direkapitulasi oleh petugas.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menegaskan tidak akan memberi toleransi kepada peserta didik baru yang terbukti memanipulasi data dalam verifikasi PPDB SMA/SMK Negeri.  Terutama terkait manipulasi SKD atau data lain yang tidak sesuai setelah diklarifikasi. Guna memastikan apakah ada temuan, Ganjar menyidak beberapa SMA, salah satunya SMA Negeri 1 Semarang.

Baca juga:  Hindari Hukuman dengan Patuhi Protokol Kesehatan

Dalam sidak tersebut, Ganjar sempat menemukan beberapa kejanggalan dalam SKD yang dilampirkan peserta PPDB. “Di SMA tadi ada, agak mirip sih, SKD ditemukan ternyata meskipun tidak terlalu banyak. Nanti setelah kita tahu kondisinya seperti apa baru kita putuskan. Tetapi kita tidak akan kasih toleransi (manipulasi data),” kata Ganjar.

Jumlah temuan yang tidak banyak tersebut, lanjutnya, merupakan efek dari peringatan yang diberikan pada awal-awal pendaftaran. Setelah ada peringatan keras tersebut sudah banyak yang mencabut berkas tidak sesuai.

“Jadi saya terima kasih kepada wali murid dan muridnya sendiri, karena mau jujur, tetapi yang tidak (jujur) hari ini ketahuan,” jelasnya.

Sementara untuk verifikasi di SMK Negeri, Ganjar mengatakan tidak banyak persoalan yang ada.  Tidak ada persoalan SKD, karena untuk SMKN memang tidak menerapkan sistem zonasi. Permasalahan verifikasi di SMKN yang ditemukan hanya soal klarifikasi terkait lampiran untuk jalur prestasi dan afirmasi.

Baca juga:  Data Pemilih Rawan Dipalsu

Nah tadi yang prestasi perlu ada klarifikasi beberapa angka rapor, (persoalan) kecil-kecil sih. Terus yang afirmasi ya beberapa surat keterangan ditemukan tetapi tidak terlalu banyak,” katanya. Kunjungan tersebut dilakukan Ganjar untuk memastikan proses verifikasi PPDB berjalan lancar.  (ewb/aro/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya