alexametrics

WNA Overstay Bebas Biaya Denda

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Keberadaan orang asing di Semarang menjadi perhatian khusus. Saat ini ada 2.300 Warga Negara Asing (WNA) di Semarang dan sekitarnya.

Kepala Divisi Keimigrasian Kemenkumham Kanwil Jateng Esti Winahyu Nur Handayani mengatakan, akibat pandemi Covid-19, WNA yang tinggal di Indonesia dibebaskan biaya beban. Hal itu berlaku bagi WNA yang memiliki masa tinggal sudah habis dan belum bisa meninggalkan wilayah Indonesia.

“Jadi biasanya kalau keadaan normal mereka harus biaya overstay, tapi dalam hal ini mereka dibebaskan dan otomatis diperpanjang akibat pengaruh pandemi. Perpanjangan otomatis sesuai dengan arahan yang disesuaikan pimpinan,” ujarnya dalam rapat koordinasi TIM Pengawas Orang Asing (Timpora) pada masa pandemi di Hotel Pesona Semarang Senin (22/6/2020).

Baca juga:  Napi Kedungpane Otaki Peredaran Narkoba Dibantu Adik dan Anaknya

Sementara itu, kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Semarang Doni Alfisyahrin mengungkapkan, tujuan dibentuk Timpora untuk memberikan informasi dan data tentang keberadaan dan kegiatan orang asing yang ada di wilayah kerja TPI Kelas 1 Semarang. Menurutnya, adanya pertukaran informasi tersebut memudahkan dalam melakukan pengawasan terhadap kegiatan orang asing.

“Bukan hanya tugas dari imigrasi dan Timpora, namun juga masyarakat. Masyarakat yang lebih tahu karena berada di lingkungan mereka. Sehingga harus berperan aktif dalam keberadaan orang asing,” ungkapnya.

Apalagi, bagi yang membawa efek negatif dan menggangu stabilitas keamanan serta kenyamanan lingkungan. Dengan itu tentunya Timpora akan melakukan tindakan cepat agar efek negatif tersebut tidak menyebar luas.

Baca juga:  Tiga Rumah Ludes Terbakar, Pemilik: Tak Ada Kesempatan Menyelamatkan Barang

Lebih lanjut, ia menjelaskan dalam pandemi ini telah ditemukan tiga WNA yang berasal dari PT Pungkook yang ada di Grobogan menjadi pasien korona.

“Wilayah kerja kantor imigran Kota Semarang telah berkoordinasi dan telah menindaklanjuti. Saat ini sudah ditangani oleh yang berwenang di bidang kesehatan. Semuanya warga Philipina,” tuturnya. (ifa/zal/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya