alexametrics

Daya Tampung 256, Pendaftar 2.557 Siswa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Semarang untuk tingkat SMP Negeri resmi dibuka pada Minggu (21/6/2020) lalu. Hampir semua SMP Negeri di Kota Semarang dibanjiri pendaftar. Bahkan, ada sekolah yang jumlah pendaftarnya sudah mendapai 10 kali lipat dari daya tampung. Selain itu, pada hari kedua PPDB, Senin (22/6/2020), banyak orang tua calon peserta didik yang datang ke sekolah. Mereka kesulitan mendaftar ataupun belum mengenal internet.

Di SMP Negeri 28 Semarang misalnya. Di sekolah ini disiapkan petugas untuk mengakomodasi orang tua calon siswa yang mengalami kesulitan dalam mendaftar PPDB. Sebelum masuk ke area sekolah, orang tua calon siswa pun harus melewati pengecekan suhu badan dan wajib mengenakan masker serta menerapkan protokol kesehatan ketat, di antaranya menjaga jarak dan dibatasi dengan plastik bening.

“Ya, masih ada orang tua calon siswa yang sengaja datang ke sekolah. Hari Minggu kemarin ada dua orang. Pada hari ini (kemarin, Red) ada sekitar 20 orang tua calon siswa yang datang ke sekolah untuk mendaftar secara online,” kata Kepala SMPN 28 Semarang Miftahudin kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (22/6/2020).

Kedatangan orang tua siswa ke sekolah, lanjut dia, biasanya terkendala tidak bisa masuk ke sistem PPDB ataupun kartu keluarga (KK) luar kota, namun berdomisili di Kota Semarang. Karena letak SMPN 28 yang ada di pinggiran, pihaknya mengakui masih banyak orang tua calon siswa yang belum paham akan internet.

Baca juga:  Pastikan Pelipat Surat Suara Disiplin Prokes

“Ada yang nggak paham internet, nggak paham alur pendaftaran. Ada data yang perlu diedit, KK luar kota tapi domisili di Kota Semarang, sampai NIK dari Semarang, tapi anaknya sekolah di luar kota, biasanya seputar itu,” jelasnya.

SMPN 28 Semarang sendiri, pada tahun ajaran baru ini menerima 256 siswa baru. Sampai berita ini ditulis, kuota sudah terpenuhi dengan jumlah pendaftar 714 siswa. Rinciannya, 621 pendaftar dari dalam zona dan 93  pendaftar dari luar zona.

“Kita fasilitasi orang tua calon siswa yang datang untuk masuk ke ruangan antri, kemudian kita bantu pendaftaran. Intinya siapapun yang datang tidak boleh ditolak, dan dicarikan solusi dari permasalahan yang didapatkan,” paparnya.

Miftahudin menuturkan, banyak orang tua calon siswa yang kurang teliti dalam PPDB, karena belum paham akan alur pendaftaran dan mengacu patokan pada tahun lalu. Hal-hal teknis ini, tak jarang membuat orang tua calon siswa datang ke sekolah.

Baca juga:  Setahun, Angka Kriminal 125 Kasus

“Calon siswa dipersilakan memilih sekolah, pilihan pertama sampai pilihan keempat. Semuanya harus diisi, tapi kadang banyak orang tua calon siswa yang belum paham masuk dalam zona satu apa dua,” katanya.

Sementara itu, dari data yang dihimpun di website resmi PPDB SMP Kota Semarang, sampai petang kemarin jumlah pendaftar mencapai 64.187 pendaftar di 44 SMP Negeri di Kota Semarang. Rinciannya, dari zona satu 57.131 pendaftar, zona dua 7.020 pendaftar, dan luar zona 36 pendaftar. Jumlah kuota siswa yang diterima sendiri sekitar 11.168 siswa. Semua sekolah pun bisa dibilang sudah memenuhi kota yang disediakan.

Beberapa SMP favorit seperti SMPN 2, 4, 1 dan 3 Semarang pantauan koran ini, sudah ribuan calon siswa sudah mulai mendaftar. Misalnya, di SMPN 2 Semarang dari kuota 288 siswa baru, jumlah pendaftarnya mencapai 1.741. Sementara di SMPN 4 Semarang, dari daya tampung 256 siswa, jumlah pendaftar mencapai 2.557 siswa.

SMPN 1 Semarang dari kuota 288 siswa, jumlah pendaftarnya mencapai 1.714 siswa. Sekolah dengan kuota terkecil yakni SMPN 44 Semarang yang kuotanya hanya 96 siswa, jumlah pendaftarnya mencapai 731 siswa. Dengan sistem zonasi sendiri, memang dimaksudkan pemerintah agar ada pemerataan kualitas pendidikan di setiap sekolah yang ada di Kota Semarang dan menghilangkan predikat sekolah favorit.

Baca juga:  Libur Lebaran, Perketat Keamanan Kawasan Kota Lama

“Jumlah pendaftar kami sudah melebihi target dari kuota yang ditentukan. Alhamdulillah kalau proses PPDB berjalan lancar tanpa kendala,” kata Kepala SMPN 2 Semarang Suminto.

Disinggung apakah masih ada orang tua siswa yang datang untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah, Suminto mengakui jika masih ada orang tua siswa yang datang. Namun jumlahnya tidak begitu banyak, biasanya orang tua siswa melakukan konsultasi ke pihak sekolah terkait dengan masalah domisili.

“Masih ada yang datang, kita juga sediakan ruangan khusus dengan empat komputer. Biasanya problem masalah domisili karena sekolah di Kota Semarang namun KK di luar kota. Nah tahun ini dipermudah untuk bisa mendaftar di sekolah atau satuan pendidikan,” jelasnya.

Pada dasarnya, pelaksanaan PPDB tahun ini berjalan tanpa kendala dan lebih mudah, apalagi tidak ada proses cabut berkas jika tidak diterima di satu sekolah. Verifikasi siswa pun dilakukan dari sekolah asal, dan zona yang ada sudah otomatis keluar dari data base.

“Prinsipnya kami tetap melayani kalau ada orang tua siswa yang datang, dan memberikan solusi. Biasanya terkait masalah domisili,” pungkasnya. (den/aro/bas) 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya