alexametrics

PPDB SD Langsung Diserbu, Zona 1 Tembus 21.469 Pendaftar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Semarang telah dibuka secara online sejak Minggu (14/6/2020) kemarin. Dari 327 SD Negeri di Kota Semarang, hampir semuanya sudah terdapat pendaftar. Hingga pukul 21.00 tadi malam,  dari daya tampung 14.700 siswa, sudah terdapat 24.759 pendaftar secara online. Rinciannya, pendaftar zona 1 sebanyak 21.469 pendaftar, zona 2 sebanyak 3.290 pendaftar, dan luar zona 0.

Pendaftar di sejumlah SD Negeri bahkan telah melampaui daya tampung. Seperti di SDN Rejosari 01 Semarang Timur. Dari daya tampung 112 siswa, hingga tadi malam sudah ada 207 pendaftar. Rinciannya, pendaftar zona 1 sebanyak 161 siswa, dan zona 2 sebanyak 46 pendaftar. Pun dengan SD Negeri Bugangan 03. Dari daya tampung 112, hingga tadi malam yang sudah mendaftar online 241. Sebaliknya, ada juga SD Negeri yang minim pendaftar. Seperti SD Negeri Rowosari 02 Tembalang. Dari daya tampung 28 siswa, yang mendaftar baru 6 anak. Pun dengan SD Negeri Karangkidul, Semarang Tengah. Dari daya tampung 28 siswa, yang mendaftar baru 5 anak.

Kepala SDN Kalibandung Kidul 01 Endang Mahrumiyati menuturkan, pada hari pertama PPDN online, sekolahnya memang tutup. Pasalnya, seluruh proses PPDB dilakukan secara daring. Sehingga orang tua calon siswa pun masih mendaftarkan anak mereka secara mandiri di rumah masing-masing.

Terkait orang tua yang memiliki keterbatasan dalam teknologi, pihaknya mengaku akan membuka pelayanan bantuan. Hanya saja hal tersebut baru dibuka pada Senin (15/6/2020) hari ini.  “Untuk hari ini (Minggu) belum ada yang ke sekolah,” ujarnya.

Baca juga:  Pemkot Semarang Lanjutkan Program Peningkatan Fasilitas Olahraga

Pihaknya mengaku telah menyiapkan empat ruang khusus untuk membantu orang tua calon siswa melakukan pendaftaran online. Masing-masing tempat duduk yang tersedia telah diatur sedemikian rupa. Agar tetap menjalankan social distancing. Selain itu pihaknya juga akan meminta kepada orang tua calon siswa yang datang dapat mematuhi protokol kesehatan. Yakni, dengan menggunakan masker dan mencuci tangan terlebih dahulu pada fasilitas yang disediakan sekolah. Sehingga baik orang tua calon siswa dan para petugas sekolah bisa merasa aman dan nyaman dalam membantu calon siswa mendaftarkan diri masuk ke SD Negeri.

“Jadi kita juga siapkan panitia untuk membantu dan menegakkan aturan protokol kesehatan. Insya’ Allah semua dapat berjalan lancar,” lanjutnya.

Begitu pula di SDN Ngaliyan 01. Mereka juga baru membuka pelayanan bantuan pendaftaran bagi orang tua calon siswa pada Senin (15/6/2020) hari ini. Menurut Kepala SD Ngaliyan 01 Semarang Nurlaini Purwaningsih, pihak sekolah telah membuat panduan khusus terkait pelayanan tersebut. Antara lain, para orang tua calon siswa hanya diperbolehkan masuk jika suhu tubuh tidak lebih dari 38 derajat dan tidak membawa anak kecil. Setelahnya mencuci tangan di tempat yang disediakan, lalu kembali ke tempat pendaftaran untuk menunggu panggilan bantuan daftar online. Nantinya setelah nama dipanggil, orang tua dapat masuk ke ruangan dan pihaknya akan membantu proses pendaftaran. Setelah selesai, mereka langsung dipersilakan pulang. Tanpa harus berkerumun di sekolah.

Baca juga:  SIM Ayat 2 Lebih Menegangkan Siap Rilis Serentak 27 Februari Mendatang

“Dan ketika memberikan pelayanan, panitia akan menggunakan APD berupa masker dan face shield. Mengingat mereka pasti juga bertemu dengan banyak orang” ujarnya.

Untuk waktu pelayanan, pihaknya mengaku akan melayani dari pukul 08.00 hingga 12.00 sampai tanggal 18 Juni nanti. Karena itu pihaknya mengimbau kepada para orang tua tidak perlu datang bersamaan pada Senin (15/6/2020) hari ini. Namun dapat terbagi menjadi kelompok kecil setiap harinya. Sehingga mengurangi potensi terjadinya kerumuman di sekolah. “Insya’ Allah kita siap untuk besok. Rencana semua sudah matang. Semoga saja eksekusinya besok berjalan baik,” harapnya.

Langkah antisipasi juga telah dilakukan SDN Lempongsari Semarang. Kepala SDN Lempongsari Semarang Dwi Prasasti mengaku telah memiliki skema antisipasi jika terjadi antrean. Antara lain dengan membentuk enam barisan antrean. Selain itu, pihaknya juga telah memberikan tanda-tanda jarak antre. Sehingga para peserta tidak saling berdekatan. Dan tetap melaksanakan social distancing di antara mereka.

“Sedangkan untuk pelayanan kita sudah menyiapkan dua guru online dan dua guru konsultasi. Jadi mereka ini yang akan membantu orang tua calon siswa yang kesulitan melakukan pendaftaran online,” katanya

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan, pelaksanaan PPDB TK, SD dan SMP dilakukan tanpa tatap muka. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi menyebarnya virus korona. Sehingga pihak sekolah, dinas dan orang tua harus melakukan pendaftaran melalui online.

“Penerimaan peserta didik tahun ini jangan ada tatap muka, gunakan kemajuan teknologi termasuk dalam verifikasi melalui virtual ataupun online,” tegasnya.

Baca juga:  Sketsa Karya Napi Lapas Perempuan Semarang Masuk 30 Karya Favorit

Meski dilakukan tanpa tatap muka, pihak sekolah ataupun satuan pendidikan wajib memberikan atau mengumumkan pelaksanaan dan informasi PPDB secara jelas.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri menjelaskan bahwa para calon peserta didik baru bisa mengakses syarat dan mengikuti tahapan secara online melalui http://ppd.semarangkota.go.id/.

Secara sistem, lanjut dia, data peserta akan muncul, seperti data penduduk yang diambil dari Disdaldukcapil, nilai sampai prestasi yang dimiliki calon siswa sudah terintegrasi dari E-Rapor dan aplikasi Sang Juara bagi siswa berprestasi, data lingkungan, serta data siswa kurang mampu atau miskin juga sudah masuk ke database PPDB.

“Untuk tahun ini, siswa masuk SD mencapai 29.439 siswa. Kemudian yang lulus SD atau MI sebanyak 25.420 siswa. Sedangkan daya tampung SD negeri 14.364 siswa. Dan daya tampung SMP Negeri 11.136,” jelasnya.

Sesuai dengan Perwal No 37 tahun 2020, terkait PPDB pada TK, SD, dan SMP atau sederajat, formulanya untuk zonasi minimal sebesar 50 persen, siswa afirmasi minimal 15 persen, jalur perpindahan tugas orangtua/wali maksimal sebesar 5 persen.

“Untuk sisanya bisa ada jalur prestasi. Di Kota Semarang kemungkinan ada beberapa siswa yang memiliki piagam kejuaraan berjenjang. Jadi bisa memilih untuk sekolahnya,” imbuhnya.

Untuk zonasi, siswa yang mendaftar SD bisa memilih tiga sekolah sesuai zonasi, sedangkan yang mendaftar SMP bisa memilih empat sekolah juga sesuai zonasi. (akm/den/aro/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya