alexametrics

PT Kota Satu Terancam Pailit

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Dua perusahaan properti dan perhotelan di Jawa Tengah, PT Kota Satu Properti Tbk dan PT Kota Satu Persada, terancam pailit akibat digugat Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sedya Karya Utama Sekartama di Pengadilan Niaga (PN) Semarang. Namun demikian, perusahaan yang dipimpin Johan Prasetyo Santoso itu bisa selamat dari kepailitan, apabila terjadi perdamaian.

Menanggapi permohonan itu, salah satu kuasa hukum kedua perusahaan besar itu, Ivanofik Adi Gunawan menyatakan, tetap akan berupaya untuk menempuh perdamaian. Pihaknya mengaku sudah menyampaikan kepada seemua kreditur terkait proposal perdamaian. Salah satu pointnya mengulas restrukturisasi utang, baik sebagian maupun seluruhnya.

“Kami sebagai kuasa hukum bersama debitur masih memiliki itikad baik untuk mencapai homologasi. Debitur juga yakin bisa tercapai homologasi, mengingat bisnis hotel dan perumahan yang sudah berjalan, kami mohon dimaklumi karena terkendala akibat pandemi covid-19,”kata Ivanofik Adi Gunawan saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang menyikapi gugatan itu, Selasa (9/6).

Baca juga:  Mantan GBL Protes karena Tali Asih Diduga Disunat

Ia mengatajan, agenda terkhir sidang PKPU itu adalah pembahasan proposal perdamaian. Atas hal itu, pihak debitur memohonkan perpanjangan waktu 30 hari sejak 8 Juni lalu. Langkah itu, menurutnya, bertujuan untuk mematangkan kembali proposal perdamaian tersebut bersama beberapa kreditur. Ia mengaku beberapa kreditur sudah setuju terkait homologasi.

“Harapan kami sebelum 30 hari ke depan sudah tercapai hasil yang baik antara debitur dan kreditur. Kalau terkait utang, sampai dengan sekarang utang klien kami hanya sekitar Rp 150 miliar, tapi itu didominasi oleh kreditur separatis, seperti perbankan sekitar 95 persen, sisanya pribadi atau konkuren,”beber Ivanofik.

Johan Prasetyo Santoso sendiri dikenal sebagai seorang arsitek dengan pengalaman yang luas di bidang properti. Bahkan berperan melahirkan konsep The Amaya Luxury Home Resort, CityOne Xpress, dan Allstay Modern Lifestyle Hotel. Adapun permohonan PKPU terhadap perusahaan Johan itu tercatat dalam nomor register: 2/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Niaga Smg. PKPU dimohonkan KSP Sedya Karya Utama Sekartama, melalui kuasa hukumnya dari kantor Law Office Rahmat Hidayat & Partners.

Baca juga:  Pedagang Johar Minta Dugaan Jual Beli Lapak Diusut

Dalam berkas petitumnya, KSP Sedya Karya Utama Sekartama meminta majelis mengabulkan permohonan PKPU yang diajukan oleh pemohon PKPU terhadap termohon PKPU I dan II untuk seluruhnya. Kemudian menyatakan termohon PKPU I dan II berada dalam PKPU Sementara paling lama 45 hari terhitung sejak putusan diucapkan. Juga menunjuk hakim pengawas dari lingkungan PN Semarang untuk mengawasi proses PKPU, serta mengangkat Albarra, Irfan Nadira Nasution, dan Muhammad Lazuardi Hasibuan sebagai tim pengurus dan kurator dalam proses PKPU terhadap para termohon PKPU, apabila nantinya para termohon PKPU dinyatakan dalam keadaan pailit dengan segala akibat hukumnya.

Selain itu, pemohon juga meminta majelis memerintahkan tim pengurus untuk memanggil para termohon PKPU dan kreditur yang dikenal dengan surat tercatat atau melalui kurir untuk menghadap dalam sidang yang diselenggarakan paling lambat 45 hari terhitung sejak putusan PKPU Sementara diucapkan, menyatakan besarnya imbalan jasa tim pengurus akan ditetapkan kemudian setelah tim pengurus selesai menjalankan tugasnya, membebankan segala biaya dalam permohonan ini kepada termohon PKPU I dan II.

Baca juga:  Ruang Tahanan Polrestabes Overload, Kapasitas 100 Orang, Dihuni 182 Tahanan

“Atau, apabila majelis hakim PN Semarang yang memeriksa dan mengadili perkara ini berpendapat lain, mohon diberikan putusan yang seadil-adilnya,”kata Rahmat Hidayat, dalam berkas petitumnya. (jks/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya