alexametrics

Kaji Enam Kitab, Disiarkan di Akun Instagram Ponpes

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangAllahuma sholialaih seru para santri tiap sang pengasuh menyebut Rasulullah Muhammad SAW. Mereka khidmat menyimak Kitab Riyadus Sholihin, materi pengajian posonan pada Rabu sore (6/5/2020) itu. Pengajian digelar di Aula Putri lantai I Pondok Pesantren (Ponpes) Durottu Aswaja, Banaran, Sekaran, Gunungpati.

Aula itu disekat dinding. Memisahkan santri putra dan putri. Pengasuh Ponpes Kiai Agus Ramadhan duduk di mimbar. Letaknya tepat di ujung sekat aula. Sebenarnya ada dua pengajian di ponpes itu. Dibagi berdasarkan kelas. Kelas 1, 2, dan 3 dilaksanakan di masjid ponpes, diampu oleh Ustad Kholid dan Ustad Musthofa.

Sementara itu, pengajian yang diampu oleh Kiai Agus Ramadhan merupakan pengajian untuk kelas 4 dan 5. Karena dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan, wartawan koran ini disarankan mengikuti pengajian Kiai Agus Ramadhan.

Baca juga:  Rumah Pengawal Rute Gerilya Pahlawan Sudirman Direhab

Banyak hal yang disampaikan Kiai Agus Ramadhan dalam pengajian itu. Semuanya terkait keutamaan saf salat berjamaah. Namun ada satu bagian yang membuat para santri merespons penuh ekspresif.

Kala pembahasan menyentuh tentang pentingnya menjaga lurusnya saf salat, Abah–sapaan akrab sang pengasuh–menceritakan kisah sahabat Umar bin Khattab yang sangat keras dalam perkara itu.

“Sahabat Umar jika mendapati saf tidak lurus, beliau mengeluarkan pedangnya untuk meluruskan saf,” tutur Kiai Agus Ramadhan di hadapan para santri.

Mendengar kisah itu, para santri terperanjat. Ada yang saling berbisik. Ada yang saling berpandangan lalu menggelengkan kepala. Ada yang istighfar. “Wah ngeri,” ada juga yang berceletuk demikian.

Mengapa meluruskan saf salat penting? Abah Agus menjelaskan bahwa saf dalam salat selain harus lurus, tapi juga harus rapat. Selain memiliki filosofis bahwa kerapatan saf salat yang rapat menunjukkan tiap muslim bersaudara, juga biar tidak diisi oleh setan. Saf yang kosong biasanya ditempati oleh setan untuk menggoda umat Islam yang sedang salat berjamaah.

Baca juga:  Bagi Hasil Dana Cukai, Tiap Kecamatan Terima Rp 25 Juta

Pengajian berjalan selama kurang lebih 45 menit. Dimulai pukul 16.45. Diikuti 15 santri putra dan 20-an santri putri. Disiarkan di akun Instagram ponpes untuk memfasilitasi santri yang berada di kampung halaman.

Pengajian itu dilaksanakan tiap sore menjelang buka puasa. Selama Ramadan tahun ini, Ponpes Durottu Aswaja mengkaji enam kitab. Yakni Kitab Riyadlus Shalihin, Minahussaniyah, Ibanatul Ahkam, Uqudullijain, Fathul Izar, dan Assanatiru. (nra/ida/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya