alexametrics

Merasa Di-PHK Sepihak, Karyawan PT ICM Tuntut Pesangon

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Ratusan karyawan yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ramai-ramai menuntut PT Istana Cendrawasih Motor (ICM) untuk membayarkan uang pesangon dan hak lainnya.

Didampingi oleh tim kuasa hukum dari Hendra Wijaya and Patners, puluhan pekerja yang terkena PHK mendatangi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang untuk melakukan mediasi, Senin pagi (6/5/2020).

“Ada sekitar 100 karyawan PT Istana Cendrawasih Motor yang memberikan kuasa ke kami. Perusahaan melakukan PHK secara sepihak dan belum memberikan hak yang harus diterima oleh para pekerja seperti pesangon yang sesuai dengan UU 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” ujar kuasa hukum Hendra Wijaya usai mediasi di kantor Disnaker Kota Semarang.

Baca juga:  Tata Ulang Balai Kota, Kini Lebih Rapi dan Hijau

Hendra juga menegaskan jika mediasi selanjutnya belum juga menemukan titik terang, maka pihaknya siap membawa kasus ini ke ranah hukum. “Kewajiban yang harus dibayarkan ke karyawan sebesar Rp 2 miliar. Kita sudah menunggu dari Bulan April. Kalau tidak ada titik temu ya akan berakhir di pengadilan,” tegasnya.

Sementara itu, ia menyanyangkan sikap perusahaan yang justru menjual aset-aset mereka tanpa memperhatikan nasib karyawan yang sedang terkatung-katung saat ini.

Salah satu eks pekerja PT ICM, Rima Nur Rahmawati mengatakan, pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh perusahaannya berlangsung secara cepat dan mendadak.“Tanggal 31 Maret 2020 kami dikumpulkan di depan musala. Disitu mereka bilang bahwa mulai 1 April perusahaan sudah tidak beroperasi lagi. Sangat mendadak, dan tidak ada pemberitahuan sebelumnya,” jelasnya.

Baca juga:  Targetkan Rp 150 Miliar Piutang Terbayar

Saat itu, imbuhnya, ratusan karyawan hanya menerima gaji bulan Maret tanpa adanya pesangon dan surat PHK yang harusnya dikeluarkan oleh perusahaan. Hingga saat ini, mereka belum menerima PHK secara resmi dari perusahaan. “Kami juga tidak menerima pesangon sepeserpun. Padahal di sini banyak kerja hingga puluhan tahun,” tandasnya. (ifa/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya