alexametrics

Pemkot Semarang Mulai Terapkan Social Distancing untuk Pasar Pagi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemkot Semarang melalui Dinas Perdagangan Kota Semarang memberlakukan social distancing utuk para pedagang di pasar tradisional. Salah satu yang sudah diterapkan yaitu di pasar pagi Peterongan.

Dimana penataan lapak dibuat berjarak sampai 1,5 meter. Antara lapak pedagang yang satu dengan lapak yang lain. Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fravarta Sadman mengatakan hal tersebut dilakukan untuk memutus rantai persebaran Covid – 19 (Korona).

“Ini jarak aman untuk social distancing antara penjual dan pembeli dan antara pembei dengan pembeli lain,” ujar Fravarta, Selasa (5/5/2020).

Masing-masing petak lapak diberi pembatas menggunakan cat warna putih. Pasar pagi Peterongan sendiri banyak didominasi pedagang sembako. Dikatakan Fravata, tidak hanya pasar pagi Peterongan. Namun beberapa pasar tumpah yang ada di Kota Semarang juga diberlakukan social distancing.

Baca juga:  Bantu Belajar Anak, Sediakan Wifi Gratis

Dikatakannya, penerapan social distancing di pasar tumpah ternyata juga bisa menambah estetika pasar. “Pedagang jadi kelihatan tertata tidak semrawut,” katanya.

Dikatakan Fravarta, penerapan pola seperti ini memang umum dilakukan. Apalagi ditengah pandemi Korona seperti saat ini. Dikatakannya, penerapan social distancing di pasar pagi Peterongan tersebut diharapkan tidak banyak memengaruhi omzet dari pedagang.“Pedagang semuanya nyaman, kita atur satu persatu,” ujarnya.

Sementara iu, masih ditempat yang sama, sejak pemerintah menetapkan status siaga virus Korona yang diikuti kebijakan social distancing pada awal Maret lalu, sekitar 40 persen pedagang di Pasar Peterongan meliburkan diri.

Kepala Pasar Petorangan, Tri Utomo, mengungkapkan bahwa para pedagang rata-rata sudah menyadari risiko jika tetap berdagang dan bergerombol di pasar. Khususnya pedagang pasar peterongan yang ada dibangunan pasar bagian depan.

Baca juga:  Para Seniman Kumpul Meriahkan Kemerdekaan

Mayoritas pedagang yang meliburkan diri adalah pedagang kuliner dan konveksi. Untuk pedagang kebutuhan pokok dan sembako masih berjualan, ini dikarenakan masih banyak masyarakat yang membutuhkan keberadaan sembako.“Tapi mereka terkadang bergilir liburnya. Tapi untuk pedagang-pedagang kebutuhan pokok masih banyak yang jualan karena masyarakat juga banyak yang cari,” jelasnya.

Jumlah pembeli juga yang tidak seramai dulu lagi. Para pembeli biasanya sudah mulai sepi sejak mulai pukul 10.00. Sama halnya di malam hari, kondisi pasar tak jauh berbeda, biasanya mulai pukul 21.00 sudah mulai berangsur sepi. Pihak pasar selalu waspada dengan terus berkoordinasi dengan pihak gugus tugas penanggulangan virus Korona.

“Sampai saat ini kami terus mengawasi kondisi pedagang agar selalu waspada terhadap penularan virus. Tapi pedagang Pasar Peterongan Semarang dan pembeli juga sudah menyadari itu jadi kami mudah memberikan himbuauan,” katanya. (ewb/bas)

Baca juga:  Tak Ada Intervensi, Iswar Resmi Jabat Sekda

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya