alexametrics

Stok Pakan Semarang Zoo Aman untuk Tiga Bulan ke Depan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pandemi virus korona membuat Semarang Zoo terpaksa harus menutup usaha sampai waktu yang belum ditentukan dan terancam tanpa pemasukan. Meski begitu, manajemen menegaskan masih bisa bertahan dua sampai tiga bulan ke depan dengan memanfaatkan sisa anggaran yang ada dan bantuan dari pecinta satwa.

Plt Direktur Semarang Zoo Samsul Bahri Siregar menegaskan, meski tidak ada pemasukan, kebun binatang yang beberapa waktu lalu telah mengantongi izin lembaga konservasi ini, masih bisa memberi pakan hewan dengan porsi seperti biasa. “Kalau makanan satwa masih sesuai porsinya, kita gunakan anggaran yang dimiliki. Selain itu juga ada bantuan dari dari Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI),” katanya Senin (4/5/2020).

Baca juga:  Satu RT Jalani Tes Swab

Bantuan dari PKBSI berupa 300 kg daging ayam, 10 ton rumput, 10 sak pelet. Kemudian ada juga beberapa bantuan dari pencinta hewan. Semarang Zoo, lanjut Samsul, senang jika ada donatur yang membantu pemberian pakan untuk hewan koleksi Semarang Zoo. “Pencinta satwa masih sangat peduli, kalau ada yang mau donasi kami juga menerima, bisa dengan daging ataupun rumput,” tuturnya.

Untuk diketahui, ada 286 ekor hewan dari berbagai spesies di Semarang Zoo. Hewan pemakan daging berupa 12 harimau, 36 buaya, 2 singa, dan beberapa burung pemakan daging. “Kebutuhannya itu sebulan 1,2 ton daging ayam, sehari sekitar 30 sampai 34 kilogram. Daging sapi satu hari 5 sampai 6 kilogram. Rumput 30 ton sebulan. Prinsipnya adalah pakan aman sampai dua sampai tiga bulan ke depan,” katanya.

Baca juga:  RS Telogorejo Luncurkan Executive Lounge

Disinggung terkait tawaran mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang bersedia membantu makan rusa Semarang Zoo di kebunnya yang terletak di Pangandaran melalui Twitter, Samsul mengaku mengucapkan terima kasih. Namun pihaknya enggan atau tidak bisa memindahkan hewan dari Semarang Zoo. “Kalau bu Susi mengirimkan bantuan berupa pakan hewan mungkin bisa kami terima. Tapi untuk memindahkan satwa dalam waktu tertentu kami belum bisa,” tambahnya.

Terpisah, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan kebun binatang yang merupakan perusahaan daerah itu terkena dampak pandemi virus korona. Pendapatan Semarang Zoo selama ini didapat dari penjualan tiket. “Karena libur otomatis tidak ada pendapatan, namun pihak Semarang Zoo untuk memberi makan koleksi hewan di sana. Bertahan sampai kapan? mungkin tiga bulan ke depan,” jelas dia. (den/ton/bas)

Baca juga:  Akan Bangun Pabrik Khusus untuk Beras Semi Organik Mlatiharjo

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya