alexametrics

Sehari Hanya Boleh Nikahkan Delapan Pasangan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah mulai membatasi akad bagi calon pengantin (catin). Saat ini Kantor Urusan Agama (KUA) tiap kecamatan hanya dapat menikahkan delapan pasang catin dalam setiap harinya.

Kasi Pemberdayaan KUA Kanwil Kemenag Jateng, Muhtasit menuturkan keputusan tersebut diambil sesuai dengan kondisi terbaru persebaran Covid-19. Dengan adanya pembatasan, masyarakat dan keluarga catin diharapkan tidak terlalu banyak berkumpul di kantor KUA kecamatan.

Sehingga penerapan social diatancing menjadi lebih efektif. Nantinya jika dalam sehari permohonan akad catin melebihi kuota yang ditetapkan, maka KUA kecamatan dapat melakukan penangguhan ke hari berikutnya.”Tetap ya, saat pelaksanaan akad, KUA tetap wajib mengatur waktu dan tempat pelaksanaan. Semuanya harus sesuai dengan protokol kesehatan dari pemerintah,” ujarnya.

Baca juga:  Skill Pebulutangkis Lokal Tak Boleh Ketinggalan

Dirinya menambahkan saat ini pihaknya hanya melayani akad bagi catin yang mendaftar sampai tanggal 23 April saja. Sedangkan selebihnya pihaknya akan menunda pelaksanaan akad sampai tanggal 29 Mei mendatang.

Catin pun masih diperbolehkan melakukan akad di luar Balai KUA. Namun persyaratan yang ditetapkan jauh lebih ketat dari sebelumnya. Yakni catin wajib menuliskan surat pernohonan tertulis bermaterai mengenai alasan yang kuat tidak dapat menyelenggarakan akad di tempat yang seharusnya”Tapi kembali lagi itu kebijakan dari KUA sendiri. Kalau memang alasan dan prosedur tidak sesuai dengan protokol yang ada, ya mereka berhak menolak permintaan tersebut,” lanjutnya.

Sementara itu Kepala Bidang Urais Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Muh Arifin menuturkan KUA wajib berkoordinasi untuk menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para penghulu yang melayani pernikahan di luar balai.

Baca juga:  Tuntut Pengesahan RUU TPKS dan RUU PPRT

Karena bagaimanapun kesehatan petugas tetap menjadi prioritas. Mengingat mereka akan bertemu dengan banyak orang. Nantinya KUA dapat menggunakan anggaran opersional KUA untuk pengadaan tersebut.

“Kalau masih takut juga para penghulu yang mewakili wali nikah boleh tidak melakukan salaman saat menikahkan. Menurut saya tetap sah sebab salaman tidak masuk rukun nikah,” katanya.

Dan tak lupa pihaknya mengingatkan pembatasan keluarga catin yang mendampingi tetap seperti sebelumnya. Yakni 10 orang saja.”Kita batasi agar tetap bisa melaksanakan social distancing juga,” pungkasnya. (akm/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya