alexametrics

Pemkot Semarang Kaji Pemberlakuan PSBB

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Semarang masih dilakukan pengkajian oleh Pemkot Semarang. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan jika penerapan PSBB tidak bisa dilakukan hanya wilayah lokal saja namun harus menyeluruh di wilayah penyangga.

“Kalau kemudian wilayah Semarang Raya, Kedungsepur, ikut PSBB itu tidak ada masalah. Namun kalau hanya PSBB lokal Kota Semarang saja, yang lain tidak sampai seberapa lama kekuatan ini,” ujar Hendi – sapaan akrabnya, Selasa (21/4/2020).

Pertimbangan untuk diberlakukan PSBB, lanjutnya cukup banyak. Mulai dari dampak roda ekonomi yang akan ditimbulkan dari penerapan sistem tersebut. Kemudian bagaimana kondisi warga yang memiliki tingkat perekonomian dibawah. “Dampak ekonomi tidak hanya buat warga Semarang. Tetapi juga untuk warga dari luar Kota Semarang,” ujarnya.

Baca juga:  Kunjungan Museum Beralih ke Sistem Daring

Dikatakan Hendi, banyak warga yang berasal dari wilayah penyangga, mencari nafkah di Kota Semarang. Bahkan jumlahnya mencapai puluhan ribu. Kondisi tersebut juga perlu dikaji lebih mendalam apabila Kota Semarang diberlakukan PSBB.“Karena mereka cukup banyak, puluhan ribu yang sehari-harinya mereka bekerja di Kota Semarang,” tuturnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, untuk warga Kota Semarang sendiri bisa dibagi dua tipe. Tipe pertama warga yang memiliki tabungan, dan kedua warga yang tidak memiliki tabungan.

Penerapan PSBB tentunya akan sangat membatasi ruang gerak masyarakat itu sendiri. Untuk warga yang memiliki perekonomian matang tentunya hal tersebut tidak menjadi persoalan. Namun sebaliknya jika dampaknya kepada warga yang berasal dari perekonomian bawah.“Kalau punya tabungan mereka beres, bisa berbelanja sembako. Yang tidak punya tabungan ini juga harus kita perhitungkan dengan baik dan tepat,” tuturnya.

Baca juga:  Wisata Keluarga Belum Tergarap Maksimal

Hendi mencontohkan, apabila lokal Kota Semarang berhasil menekan angka persebaran Covid – 19 (Korona), namun wilayah penyangga tidak melakukan hal yang sama, jika perbatasan dibuka, maka virus akan kembali lagi ke Semarang.

“Maka ini bukan mau dan tidak mau, namun kita sedang melakukan pengkajian mudah-mudahan hasilnya kebijakan yang mampu menurunkan Korona di Kota Semarang dan sekitarnya,” ujarnya.

Sebenarnya desakan untuk Kota Semarang memberlakukan PSBB juga muncul dari Pemprov Jawa Tengah. Melihat dimana persebaran Korona cukup masif di Kota Semarang. “Kita tunggu saja hasilnya karena hasil kajian ini juga sudah ditunggu bapak gubernur. Kemudian diputuskan bagaimana baiknya,” tuturnya.

Hendi menegaskan, tanpa diberlakukan PSBB pun, Kota Semarang sudah melakukan protokol kesehatan yang ketat. Mulai dari pembatasan ruang gerak masyarakat dengan penutupan ruas jalan, pembelajaran sekolah tanpa tatap muka (system daring), pembatasan transportasi.

Baca juga:  Bisnis Retail Diprediksi Cerah

Artinya PSBB bisa dilakukan dan tidak dilakukan hanya dengan cara meningkatkan kedisiplinan masyarakat. “Karenannya, kita masih kaji untuk PSBB, nanti hasilnya akan kita laporkan kepada Pak Gubernur,” tuturnya. (ewb/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya