alexametrics

Siapkan Pelatihan Online untuk Penyandang Disabilitas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Suasana tak biasa terlihat di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang. Terlihat puluhan tunanetra ikut mendaftar Kartu Prakerja. Rupanya, puluhan tunanetra tersebut tergabung dalam Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Kota Semarang. Tunanetra yang tergabung rata-rata memiliki keahlian mimijat.

“Merasa prihatin dan punya rasa tanggung jawab, akhirnya saya berinisiatif mendaftarkan teman-teman untuk daftar Kartu Prakerja,”ungkap Zaenal Abidin Petir, selaku penasihat ITMI Kota Semarang.

Lebih lanjut, kedatangan Zaenal mewakili teman-teman tunanetra turut menjalankan UU 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. Dimana pemerintah wajib melindungi dan memberdayakan penyandang disabilitas.

Dikatakannya, terdapat 180 tunanetra muslim yang tergabung di ITMI. Dengan kondisi pandemi Covid-19, mereka sangat merasakan dampaknya. Orderan memijat menjadi turun. Jauh dari harapan.

Baca juga:  Pengelolaan Sungai Belum Optimal

“Sebelum ada Covid-19, sehari orderan 2-4 pelanggan. Setelah pandemi, seminggu kadang hanya dapat satu orderan. Bahkan pernah selama seminggu tidak ada pelanggan,”imbuh Zaenal.

Dengan kondisi seperti ini, Zaenal sangat berharap kepada pemerintah. Meminta pihak Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah dan Disnaker Kota Semarang agar bisa memandu, mengajari dan membantu para tunanetra. Dikarenakan alur pendaftaran bagi mereka dinilai susah. “Apalagi disitu ada tes kemampuan dasar. Alhamdulillah, teman-teman tunanetra dibantu petugas untuk mengisi form pendaftaran,”kata Zaenal.

Zaenal mengikutsertakan kurang lebih 12 tunanetra untuk mendaftar. Setelah dipandu petugas, tak butuh waktu lama untuk menyelesaikan form pendaftaran. Mereka mampu mengisi form hanya dalam waktu setengah jam.”12 orang ini nantinya diharapkan bisa membantu mengarahkan teman-teman yang lain,” tuturnya.

Baca juga:  Jalur Lama Sibelis Dibuka Lagi

Terakhir, ia berharap pemerintah bisa meloloskan mereka. Karena kompetisi mereka hanya bisa menjadi tukang pijat. Jika mereka lolos pelatihan, setidaknya akan mendapatkan insentif selama empat bulan.

Dihubungi melalui telepon, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang, Sutrisno menyambut baik para tunatera yang tergabung dalam ITMI. Pihaknya bahkan terjun langsung mendampingi mereka mengisi form pendaftaran.

Lebih lanjut, terdapat pula pelatihan yang dikhususkan untuk penyandang disabilitas. Bagi tunanetra, pelatihan online nanti akan dibantu dengan materi melalui panduan suara.”Khusus tunanetra, sudah ada Balai Latihan Kerja yang memandu dengan huruf braille. Tentunya kita berharap itu sangat memudahkan mereka mengikuti pelatihan,” tutupnya. (avi/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya