alexametrics

Pemkot Semarang Siapkan Sanksi untuk ASN yang Nekat Mudik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemkot Semarang dilarang mudik dan cuti saat hari raya Idul Fitri nanti. Kebijakan tersebut dari Surat Edaran (SE) Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemen PAN – RB).

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menegaskan jika surat edaran tersebut juga sudah diteruskan kepada semua ASN di lingkup pemerintahannya. “Pasti kami sudah sampaikan edaran tersebut kepada kawan-kawan PNS di Pemkot Semarang,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Hendi, Senin (6/4/2020).

Tentunya, dari kebijakan tersebut juga muncul sanksi bagi ASN yang membangkang dan pulang mudik saat lebaran nanti. “Juga kami sudah ingatkan sanksinya jelas, bisa mendapatkan teguran juga sampai pemotongan TPP, atau mungkin hal yang menjadi catatan mereka untuk bisa berkarir di ASN ke depannya,” ujarnya.

Baca juga:  Belum Divaksin Tak Boleh Masuk Mal

Sikap tegas tersebut tentunya untuk meminimalisir penyebaran virus Covid–19 (Korona). “Semoga ASN di Pemkot Semarang bisa mengikuti petunjuk tersebut,” ujarnya.

Apalagi, lanjutnya, Kota Semarang merupakan pandemik Korona dan berstatus zona merah. Karenannya, ia meminta supaya seluruh ASN di lingkup Pemkot Semarang untuk mematuhi kebijakan tersebut.

Hendi menyebutkan jika tren persebaran Korona di Kota Semarang sampai sekarang cenderung mengalami kenaikan. Data Pemkot Semarang menyebutkan jika per Senin (6/4/2020), jumlah warga yang dinyatakan positif Korona sebanyak 57 orang.

Juga 15 orang meninggal diantaranya 12 merupakan Warga Kota Semarang dan 3 warga luar Kota Semarang. “Dan 168 PDP (Pasien Dalam Pengawasan) diantanya 123 merupakan warga Kota Semarang, sisanya 45 orang warga dari luar Kota Semarang,” tuturnya.

Baca juga:  Level 1, Wisata Sam Poo Kong Naik 20 Persen

Sementara itu, untuk jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) per Senin (6/4/2020) sebanyak 1.256 orang. “Ini terus dilakukan upaya rapid test, ada 1.501 yang sudah dilakukan rapid test selama tiga minggu kemarin sampai sekarang,” ujarnya.

Meski tren Korona di Kota Semarang mengalami kenaikan, jumlah pasien pengidap yang sembuh juga sudah bertambah. Hingga Senin (6/4/2020) sebanyak 6 orang pasien positif Korona dinyatakan sembuh. Mereka yaitu dua pasien di RSUP Wongsonegoro, dan dua pasien di RSUP dr. Kariadi.

Hendi juga memastikan, pelayanan masyarakat pada lebaran tahun ini pun akan tetap diprioritaskan. “Pelayanan tetap kami buka, nanti kalau misalnya libur lebaran kita akan susun jadwal supaya pelayanan kepada masyarakat tetap bisa berjalan dengan efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Baca juga:  Keliling Kampung untuk Tumbuhkan Minat Baca

Selain itu, ia juga mengeluarkan kebijakan pembatasan orang mudik dan singgah ke Kota Semarang. “Kami masih berupaya mengusulkan kepada pemerintah pusat, supaya arus mudik bisa ditahan, atau evaluasi atas mudik yang sudah menjadi budaya bangsa kita,” katanya. (ewb/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya