alexametrics

IDI Jateng Serahkan 200 APD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Maraknya penolakan jenazah pasien Covid-19 di berbagai tempat membuat risau sejumlah kalangan, termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Ketua IDI Wilayah Jawa Tengah Dr Djoko Handoko mengatakan, masyarakat tak perlu khawatir. Ia memastikan jenazah pasien Covid-19 tidak menularkan virus. “Jenazah sudah dimasukkan ke dalam peti karena dalam menangani jenazah Covid-19 ini sudah ada prosedurnya, jadi tidak akan menular,” tegasnya kepada koran ini di Kantor IDI Wilayah Jateng Jalan Taman Gedung Batu No 28, Simongan, Semarang Barat.

Menurut dia, yang menjadi ketakutan masyarakat sebenarnya adalah petugas yang memakai alat pelindung diri (APD) saat menguburkan jenazah. Djoko mengimbau agar saat memakamkan tidak perlu menggunakan APD seperti di ruang isolasi. “Cukup menggunakan masker dan hand sponge,” tandasnya.

Baca juga:  Munculkan UMKM Baru di Kelurahan Gisikdrono

Hal ini tentu karena kurangnya edukasi yang sampai kepada masyarakat. Pemakaman yang sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) aman. Tidak akan menularkan virus. Begitu juga dengan protokol untuk tidak membawa jenazah pulang ke rumah duka.

“Yang penting sesuai protokol jika ditempatkan di pemakaman umum. Jika dijalankan semuanya aman, hanya saja masyarakat belum sampai informasi tersebut,” katanya.

Ketua IDI Kota Semarang dr Elang Sumambar menegaskan, virus hanya menempel pada makhluk yang hidup. Jika makhluk hidupnya sudah meninggal, maka tidak akan ada inangnya untuk hidup, sama juga virus akan mati.

“Justru jika dimandikan bisa hidup melalui cairan yang keluar dari dalam tubuh. Untuk itu, harus dilakukan di rumah sakit. Takutnya justru tertular ke orang awam yang tidak tahu cara pembersihannya seperti apa,” tegasnya.

Baca juga:  Gelontorkan Rp 3,6 M, Bangun Bazar Bisnis

Dalam kesempatan itu juga IDI Jateng menyerahkan bantuan berupa 200 Alat Pelindung Diri (APD) yang diterima oleh Kabid Kesmas Dinkes Prov Jateng dr. Wahyu Setianingsih, M.Kes (Epid). Berbeda dengan APD yang biasanya hanya bisa dipakai satu kali, APD ini bisa digunakan hingga 10 kali. “Satu baju bisa dicuci hingga 10 kali karena APD ini menggunakan bahan khusus sehingga bisa dipakai 10 kali. Pemberian ini masih tahap pertama, kami masih mau melakukan lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi meledaknya pasien Covid-19, IDI juga telah menyiapkan relawan dokter muda. Meskipun relawan dokter belum di kontak langsung, namun sudah mengingatkan dokter muda jika dibutuhkan akan menyetujui. (ifa/bas)

Baca juga:  Rumah Makan ‘Bu Fat’ Dibuka, Kapasitas Pengunjung Dikurangi 50 Persen

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya