alexametrics

Terdampak Korona, Laju Investasi Semarang Melambat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Merebaknya virus korona berdampak kepada investasi di sejumlah wilayah. Tidak terkecuali Kota Semarang, banyak investor yang menunda untuk berkunjung dan menanamkan investasinya di Semarang.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang, Ulfi Imran Basuki menyebutkan dampak dari Korona ke investasi sangat luar biasa. “Kebetulan banyak investor kita yang dari China menunda investasinya ke Semarang karena Korona,” ujar Ulfi, Senin (16/3/2020).

Bahkan tidak hanya investor manca saja, namun juga investor lokal yang kemudian mengurungkan niatnya untuk berinvestasi di Kota Semarang. “Sekarang sedang kami hitung secara angka untuk dampaknya, karena kan laporan kita per tri wulan,” tururnya.

Baca juga:  Setiap Jumat, Depo Air Minum Santri Gayeng Lakukan Ini

Ia berharap, wabah Korona ini segera berakhir. Melemahnya laju investasi di Kota Semarang tentunya berdampak kepada melemahnya perekonomian. Kondisi tersebut tentunya tidak baik untuk pembangunan daerah. “Geliat ekonomi kita menjadi terganggu,” katanya.

Sistem lockdown yang ditetapkan oleh pemerintah di beberapa negara sangat berpengaruh terhadap dunia perdagangan. Secara sistemik pun akan langsung berimbas kepada laju investasi di daerah seperti Kota Semarang. “Kebijakan untuk tidak berinteraksi ini sangat berpengaruh terhadap investasi,” katanya.

Adapun target investasi di Kota Semarang untuk 2020 ini sebesar Rp 20 triliun. Dengan adanya wabah Korona ini di harapkan Pemkot Semarang tetap bisa mengejar target tersebut. “Itu target sesuai dengan RPJMD kita. Semoga wabah ini segera hilang dan investasi di kita bisa kembali seperti semula,” katanya. (ewb/bas)

Baca juga:  Warga Desa Cawet Dibekuk karena Tukar Uang Palsu via Transfer

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya