alexametrics

Punya Uang Kertas Negara Zimbabwe Senilai 100 Triliun Dolar

Boy Prasojo, Warga Semarang Kolektor Uang dari 222 Negara di Dunia

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Boy Prasojo menjadi kolektor uang sejak 2002. Ia memiliki 1.300 lebih koleksi uang dari 222 negara di dunia, mulai Asia, Afrika, Eropa, Amerika, Australia hingga Antartika. Ia mengumpulkan uang koin dan kertas dalam 10 album. Ada uang terlangka, terunik hingga termahal. Bahkan, ia memiliki uang kertas senilai 100 Triliun Dolar yang berasal dari Negara Zimbabwe. Seperti apa?.

Boy Prasojo mengeluarkan dua tas besar berisi kumpulan uang koin maupun kertas. Kolektor uang asal Semarang ini memiliki 10 album. Di dalamnya terdapat 1.300 lebih uang, baik koin maupun kertas yang disusun rapi. Diurutkan mulai dari nominal terkecil hingga terbesar. Mulai dari sisi unik hingga langka.

Ia memulai hobinya ini sejak 2002. Awalnya, hanya iseng, namun semakin lama menjadi hobi. Saat mendapatkan tugas di berbagai kota di Indonesia, seperti Sumatera, NTB, dan Papua, ia selalu mampir untuk mencari uang guna melengkapi koleksinya.

Baca juga:  Grebeg Besar Ditiadakan, Jamasan Dilakukan Keluarga

“Selain di Kota Lama Semarang, ketika sedang bertugas di luar ya saya sekalian cari uang langka dan kuno. Uang yang saya miliki tidak dijual, hanya senang mengoleksi saja karena unik,” ujarnya.

Selain dianggap unik, Boy -sapaan akrabnya- juga senang karena mengandung nilai sejarah. Dari situ, ia bisa belajar sejarah. Uang tertua yang dimiliki Boy, yaitu otoritas keluaran 1901 dari Rusia. Selanjutnya, ia juga memiliki uang dari zaman VOC mulai dari nominal setengah Gulden hingga uang unik seri wayang Vijftig Gulden senilai 50 Gulden.

Boy memiliki beberapa uang dengan nominal terbesar, yaitu uang kertas 500 Miliar Dinara (500.000.000.000 Dinara) asal Yugoslavia, 50 Miliar Dinara (50.000.000.000 Dinara) asal negara Krajina, 100 Triliun Dolar Zimbabwe (100.000.000.000.000 Dolar Zimbabwe) hingga uang kertas emas dan perak asal Queen Anne’s Revenge yang senilai 100 ribu Dolar.

Baca juga:  Tahun Baru, Kota Lama Bebas Kendaraan Bermotor

“Meskipun nominalnya tinggi, uang ini sudah tidak menjadi alat transaksi pembayaran. Ini yang 100 Triliun Dolar Zimbabwe saya beli seharga Rp 800 ribu,” katanya.

Sementara itu, untuk koleksi uang Indonesia, ia memiliki koleksi dari setengah rupiah, satu rupiah berbentuk koin dan kertas, uang dengan berbagai seri seperti seri binatang, seri pemandangan, seri pekerja, kebudayaan, dan tokoh penting.

Selain itu, uang terbaru yang saat ini menjadi alat transaksi ia juga memiliki. Uniknya, bukan sembarang uang seperti yang dimiliki kebanyakan orang. Boy memiliki uang dengan nomor cantik, pengeluaran pertama dari Bank Indonesia. Contohnya, uang Rp 50.000 dengan nomor seri L00000001, K000000002 sebanyak 5 lembar. Tak hanya itu, Boy juga memiliki uang dengan sertifikat resmi yang dikeluarkan oleh BI, yaitu berupa empat uang bersambung.

Baca juga:  Persaingan Ketat, Sarjana Harus Mampu Pertahankan Eksistensi

“Ini yang termahal, dari Rp 5.000 hingga Rp 100.000 saya punya uang bersambung. Uang ini dikeluarkan resmi oleh BI, hanya beberapa orang saja yang memiliki. Sisi uniknya adalah uang ini belum dipotong, jadi masih bersambung empat buah,” jelasnya.

Meskipun sudah banyak koleksi uang kuno dan langka yang ia miliki, Boy masih ingin memburu uang Indonesia keluaran 1957 seri binatang rusa dan banteng yang ditaksir hingga Rp 300 juta. Memiliki nilai tinggi disebabkan karena langkanya uang yang dicetak terbatas.

“Sekarang mau cari di manapun uang itu sudah tidak ada, karena memang langka, cetaknya terbatas. Bahkan ke penjual yang memiliki koleksi uang lengkap saya juga tidak menemukan,” akunya. (ifa/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya