alexametrics

Bisnis Karaoke Resahkan Pedagang Barito Baru

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Keberadaan karaoke liar di kompleks Terminal Penggaron, tepatnya di Pasar Barito Baru semakin marak. Setidaknya ada puluhan karaoke liar beroperasi setiap harinya di kawasan terminal tersebut. Kondisi ini membuat warga setempat menjadi resah. Pasalnya, dikhawatirkan selain adanya karaoke liar, juga dibarengi dengan aktivitas prostitusi terselubung. “Kita menjadi tidak nyaman dengan keberadaan mereka (karaoke),” keluh pedagang Pasar Barito Baru, Andrianto, 36, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (9/3/2020).

Pantauan di lapangan, beberapa bangunan semi permanen yang digunakan untuk tempat karaoke telah berdiri berjajar di lahan kosong di kompleks Terminal Penggaron. Bahkan, ada juga bangunan karaoke baru lainnya yang sedang dibangun di area tersebut.

Memang, saat siang hari tidak ada aktivitas apapun di kompleks itu. Semua tempat karaoke tutup, tidak satupun yang beroperasi. Informasi dari Andriyanto, operasional karaoke liar tersebut menjelang malam atau sekitar pukul 19.00. Padahal Pasar Barito Baru dibangun oleh Pemkot Semarang berfungsi sebagai penampungan eks pedagang Barito yang terkena dampak normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT). Aktivitas keluar masuk Ladies Companion (LC) terlihat manakala mendekati jam operasional.

Baca juga:  Budayakan Bersalawat Setiap Hari dan Setiap Saat

Sudah berkali-kali para pedagang di pasar tersebut melayangkan protes kepada para pengusaha karaoke liar itu. Namun tampaknya hal tersebut tidak mempan, sehingga para pedagang pasar berharap ada campur tangan Pemkot Semarang untuk melakukan penertiban aktivitas karaoke liar tersebut.

Adapun beberapa nama tempat karaoke di dalam Pasar Klitikan Barito Baru itu, antara lain Bulan dan Bintang Karaoke Party, Zebra Karaoke, Angelica Karaoke, Mega Karaoke, dan Star Karaoke. Selebihnya identitasnya belum jelas, hanya bertuliskan ‘karaoke’ saja. Untuk aktivitasnya juga sama, yaitu selepas Isya’.  “Takutnya dipakai yang tidak-tidak, seperti miras dan prostitusi bisa masuk. Sehingga bisa mengganggu kenyamanan warga, harusnya segera ditertibkan oleh Pemkot Semarang,” pintanya.

Baca juga:  Pengunjung Mal Masih Bergerombol

Tempat karaoke liar tersebut terbagi di dalam dua zona. Zona satu yaitu karaoke liar yang mengunakan kios-kios di dalam Pasar Barito Baru. Jumlahnya kurang lebih ada belasan. Kemudian zona dua yaitu di dalam Terminal Penggaron. Jumlahnya kurang lebih ada 6 tempat karaoke. Bangunannya tergolong sederhana. Di bagian luar bangunan masih banyak yang belum dilakukan finishing. Bata ringan sebagai bahan dasar bangunan masih terlihat jelas. Identitas karaoke sendiri memakai MMT.

Saat dikonfirmasi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, pihaknya belum bisa melakukan penindakan terhadap bangunan karaoke liar yang berada di kompleks Terminal Penggaron. Pasalnya, sampai sekarang belum ada surat teguran dari pihak kelurahan dan kecamatan setempat. Seharusnya, merekalah yang mengetahui perkembangan kondisi di lingkungannya, saat ini seperti apa.

Baca juga:  Diajari Berkebun di Lahan Resapan

“Surat teguran itu dari kelurahan setempat diberikan kepada pengelola usaha karaoke tersebut. Kalau sampai tiga kali teguran, begitu juga disertai dengan adanya teguran dari Distaru, terkait dengan perizinan IMB-nya,” kata Fajar.

Jika teguran tersebut tidak direspon, maka Satpol PP Kota Semarang baru bisa melakukan penyegelan terhadap bangunan karaoke itu. Sedangkan untuk pemilik tempat karaoke di dalam pasar, saat ini belum diberi teguran dari pihak kelurahan setempat. Karena menjadi satu kesatuan dengan para penghuni yang ada di bantaran BKT yang terkena dampak relokasi saat normalisasi BKT. “Awalnya ada 18 pemilik usaha karaoke yang ditempatkan di dalam pasar, karena terkena dampak normalisasi BKT. Mereka dulunya pemilik usaha karaoke di Jalan Unta, Pandean Lamper, sebelum direlokasi karena dampak normalisasi BKT,” tuturnya. (ewb/aro/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya