alexametrics

Diklaim Berkhasiat Mencegah Penyakit Kanker, Diabetes dan Jantung

Tiga Mahasiswa USM Sulap Daun Krokot Jadi Permen Sehat

Artikel Lain

RADARSEMARANG,ID,- Selama ini tanaman krokot tidak banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Namun di tangan tiga mahasiswa Universitas Semarang (USM), tanaman liar ini disulap menjadi permen yang menyehatkan. Seperti apa?(EKO WAHYU BUDIYANTO, Radar Semarang)

BERMULA dari sebuah tugas untuk menyelesaikan studi, tiga mahasiswa USM, yakni Anandya Selfana Prastikasari, Aulia Rifan Putra Nugraha dan Joko Rusmianto menemukan ide untuk memanfaatkan tanaman krokot menjadi produk permen yang menyehatkan. Hanya butuh waktu tiga bulan, tiga mahasiswa semester akhir Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) ini berhasil mewujudkan ide mereka.

“Mulai penelitian Oktober 2019 dan selesai Januari 2020,” ujar Aulia kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Seperti diketahui, krokot merupakan tanaman gulma yang banyak ditemui di pinggir jalan, pekarangan rumah, dan sawah. Berdasarkan literatur yang Aulia baca, ternyata daun krokot kaya akan vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya. Kandungan dari tanaman ini sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Baca juga:  Bentrok Antarormas, 11 Orang Diamankan

Dikatakan, daun krokot yang dibuat permen tersebut jenis Portulaca olercea. Tanaman ini mengandung beta karoten tujuh kali lebih banyak dibanding wortel. “Jika dikonsumsi, di dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A, vitamin C, kadar serat, omega3 dan antioksidan. Sehingga sangat baik untuk kesehatan, bahkan sekarang banyak dijadikan obat,” katanya.

Aulia mengaku penelitian ini terinspirasi ketika dirinya makan pecel di suatu daerah bersama kedua rekannya. Dalam pecel itu, selain terdapat bayam, tauge, kancang panjang dan kembang turi, juga ada daun krokot. Rasanya yang unik dan jarang ditemui, menjadikan ketiga mahasiswa tersebut penasaran dengan tanaman krokot.

Setelah mengetahui kandungan gizi yang ada di daun krokot, ketiga mahasiswa ini sepakat menjadikannya bahan penelitian. Saat itulah tercetus untuk dibuat produk yang disukai masyarakat, tapi masih memiliki kandungan gizi yang tidak berkurang ketika diolah. Akhirnya, ketiga mahasiswa itu sepakat menyulap daun krokot menjadi permen.

Baca juga:  Kapolda: Dari Jawa Tengah Kita Cinta Papua

Setelah dilakukan penelitian, permen ini masih mengandung beta karoten 40.000 mikrongram, vitamin C 21 miligram, kadar serat 1,88 persen, kadar air 14 persen, dan kadar abu 4 persen.

“Saat ini, anak-anak bahkan orang dewasa susah makan buah dan sayur, sehingga untuk meningkatkan konsumsi buah dan sayur salah satunya menjadikan rumput yang kaya akan manfaat ini sebagai permen yang disukai masyarakat, khususnya anak-anak,” imbuh Anandya.

Anandya menambahkan, menurut WHO dan beberapa jurnal, daun krokot mampu mencegah dan mengatasi beberapa penyakit, seperti kanker, diabetes, jantung, asam urat dan lainnya.

Adapun cara pembuatan permen ini sangat mudah dan tidak menggunakan bahan-bahan yang mahal. Bahan yang diperlukan hanya daun krokot yang telah diblancing dihaluskan dan dicampur dengan gula halus, karagenan atau bubuk rumput laut, dan sedikit blimbing wuluh atau asam sitrat. Campuran itu kemudian dibuat bubur lalu dikeringkan dengan food dehidrator atau sinar matahari.

Baca juga:  SMKN Jateng Jihad Ganjar Entaskan Kemiskinan

Dikatakannya, dalam penelitian ini yang menjadi kendala adalah alat yang digunakan sangat terbatas, dan hanya dijumpai di laboratorium. Beberapa kali mereka melakukan prapenelitian untuk mendapatkan lama pengeringan yang terbaik.

“Ke depan kami ingin memproduksi dalam jumlah banyak, dan kalau ada rezeki pasti ingin mendaftarkan untuk hak paten, sehingga masyarakat luas dapat menikmati permen sehat ini,” harapnya. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya