alexametrics

Guru Harus Kompetitif Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Langkah Dinas Pendidikan Kota Semarang dalam meningkatkan mutu pendidikan terus digaungkan. Mutu kompetensi dibangun sebagai upaya turut mewujudkan “Merdeka Belajar” yang dicanangkan secara nasional.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri mengatakan revolusi 4.0 meminta tenaga pendidik harus mampu berinovasi dan berkompetisi dengan cepat. “Jika sekolah ingin maju, kompetensi daripada pendidik harus ditingkatkan. Salah satu kompetisinya adalah melalui pelatihan karya ilimiah,” katanya.

Menurutnya, guru harus jeli dan mengamati lingkungan sekitar. Dengan begitu, kepekaan akan muncul dan ide penulisan mudah dituangkan. “Setelah itu, kompetisi dan kemampuan guru akan meningkat dan proses pembelajaran akan semakin bagus. Ketika sudah berkompeten, maka akan memberikan pembelajaran yang baik pada siswanya,” imbuhnya.

Baca juga:  Kecanduan Gadget, 8 Anak Dirawat di RSJ

Untuk mewujudkan itu semua, peran sekolah juga sangat dibutuhkan. “Di Semarang, sekolah negeri dan swasta ada tingkatannya. Baik kelas paling tinggi, menengah dan bawah. Namun, itu tidak menjadi soal, selama antarsekolah tidak ada gap dan bisa membaur,” jelasnya. Maka dari itu, Disdik menjalin kerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Undip, sebagai upaya peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Undip Semarang Nurhayati mengatakan untuk meningkatkan kualitas, guru harus memperbarui ilmu pengetahuan. “Selain mengajar, guru juga harus melakukan penelitian agar mampu berinovasi dan kompetitif bersaing dengan negara-negara lain,” tuturnya.

Selain itu, dalam proses penulisan, pendampingan terhadap tenaga pendidik juga perlu dilakukan. “Kami mencoba melihat dan membantu guru agar percaya diri dan mampu menulis. Dengan memfasilitasi jurnal-jurnal yang ada di kami, sehingga mereka paham betul metode dan teknik-teknik yang digunakan. Karena bentuk karya ilmiah tentu ada, sehingga tulisannya layak diterbitkan,”imbuhnya.

Baca juga:  Berhentikan Tiga Ketua RW, Lurah Bangetayu Wetan Digeruduk Warga

Kerjasama tersebut dilaksanakan dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kota Semarang. Adapun peserta guru berjumlah 160 baik mguru negeri mapun swasta yang ada di Kota Semarang. (avi/ton/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya