alexametrics

Usaha Sarang Walet Kena Pajak 10 Persen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Target pendapatan asli daerah (PAD) Pemkot Semarang dari sektor pajak terus meningkat. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang pun menggenjot potensi pajak yang ada. Salah satunya pendapatan pajak dari sektor usaha sarang burung walet.

Data Bapenda Kota Semarang, pada 2019 lalu dari target pendapatan Rp 50 juta hanya terealisasi sekitar 5 persen atau hanya Rp 2,5 juta. Karenanya, Bapenda Kota Semarang bersikap tegas dengan menyegel sejumlah objek pajak khususnya bangunan sarang burung walet yang sampai sekarang tidak melaporkan diri sebagai wajib pajak (WP).

“Hari ini (kemarin) kita menyegel 10 titik usaha sarang burung walet yang ada di Panggung Lor, Kecamatan Semarang Utara,” tutur Kabid Pajak Daerah II Bapenda Kota Semarang Elly Asmara di sela penyegelan, Senin (2/3/2020).

Baca juga:  Dewan Minta Pemekaran Dipersiapkan Matang

Diakui, sejauh ini pendapatan daerah dari sektor pajak tersebut memang masih jauh dari target. Penyegelan tersebut, lanjut dia, sebagai tindakan tegas sekaligus pemberitahuan supaya pemilik bangunan segera mendaftarkan diri sebagai WP atas usahanya sarang burung walet.

“Semuanya belum mendaftarkan diri sebagai WP, pemiliknya siapa juga belum kita ketahui, karenanya kita tempeli MMT dan stiker ini supaya segera konfirmasi dengan Bapenda,” tuturnya.

Seperti diketahui, usaha sarang burung walet masuk ke dalam objek pajak daerah Kota Semarang. Hal tersebut ditegaskan dalam Perda Nomor 11 Tahun 2011, di mana tarifnya sebesar 10 persen dari nilai harga jual perkilogramnya.

“Karenanya ini terus kita giatkan supaya pendapatan dari sektor pajak tersebut di 2020 ini bisa meningkat,” harapnya.

Baca juga:  Sabar, Sebentar Lagi Bayar PBB se Jateng Cukup Pakai Hape

Dalam MMT yang ditempel tersebut tertulis ‘Usaha Sarang Burung Walet Ini Belum Lapor dan Atau Bayar Pajak Darah’. “Ini juga sebagai upaya masuk ke dalam tahap konfirmasi kegiatan sebelumnya yang sudah kita lakukan, yaitu konfirmasi melalui RT dan Kelurahan Panggung Lor, Kecamatan Semarang Utara,” ujarnya.

Dikatakan Elly, tidak hanya di Kelurahan Panggung Lor saja, namun disinyalir masih banyak usaha sarang burung walet di Kota Semarang yang belum melapor. Sehingga Bapenda akan lebih mengintensifkan untuk mencari informasi tentang keberadaan sarang burung walet lain yang belum lapor diri tersebut.

“Potensi pajaknya memang ada untuk jenis usaha ini, karenanya kita di 2020 ini akan tindak tegas siapa yang tidak lapor diri,” tegasnya.

Baca juga:  Perangi Narkoba, Pejabat Pemkot Wajib Tes Urine

Elly juga mengatakan jika dalam sekilo sarang burung walet di pasaran dihargai sebesar Rp 8 juta– Rp 15 juta. Dari harga tersebut, 10 persennya masuk ke pajak daerah.

Saat ini, dari penelusuran Bapenda Kota Semarang, ada ratusan usaha sarang burung walet yang menyebar. Namun memang wilayah utamanya banyak di kawasan yang berdekatan dengan pesisir. “Kita akan terus optimalkan pendapatan daerah dari sektor itu,” ujarnya. (ewb/aro/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya