alexametrics

Tiga Begal Sadis Dibekuk

KRIMINALITAS

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG,– Tiga penjahat jalanan ditangkap aparat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng. Begal yang dikenal sadis ini tidak segan melukai korbannya menggunakan senjata parang. Mereka adalah NR alias Plentung, 17; A alias Bajing, 16, dan Rifky Minyar Addumairi alias Kopok, 23,. Ketiganya warga Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Mereka diringkus petugas Polres Demak dan Jatanras Polda Jateng di rumah masing-masing tanpa perlawanan, Rabu (12/2) sekitar pukul 01.30.

Tersangka NR melakukan aksi bersama dua rekannya yang masih DPO, yakni M, 16 dan A, 20, juga warga Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Kejadiannya di Jalan Raya Semarang – Purwodadi, tepatnya di depan MTs Negeri 2 Demak di Desa Karangawen, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Kamis (30/1) sekitar pukul 04.54.

“Kalau kita lihat, mereka ini masih anak-anak, masih di bawah umur, usianya masih 17 tahun. Sebelum melakukan aksi, mereka menenggak minuman beralkohol dan pil,” ungkap Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, kemarin.

Baca juga:  Pilkada Serentak Butuh Stabilitas Keamanan

Salah satu korban Slamet Miharyanto, warga Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan. Saat kejadian, ia memboncengkan Sujadi, mengendarai motor Honda Vario 150 bernopol K 5298 RJ, sepulang kerja dari Semarang. Di tengah jalan melewati Desa Kuripan, kedua korban diikuti ketiga pelaku berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hitam. Tersangka NR sebagai joki, tersangka M duduk di tengah diapit tersangka A.

“Sampai di Jalan Raya depan MTs Negeri 2 Demak kendaraan korban langsung disalip dan dipepet kemudian dihentikan sambil mengacungkan parang ke arah kedua korban. Namun kedua korban tetap melaju kencang, hingga tersangka menyalip dan memepet korban lagi sampai di pinggir jalan, lalu tersangka M menyabetkan parang mengenai lengan kanan korban. Akibatnya, korban jatuh tersungkur,” jelasnya.

Selanjutnya NR turun dari motor dan langsung membawa pergi motor korban. Ia kabur bersama dua rekannya. Sedangkan korban Slamet menolong Sujadi yang tergeletak pingsan hingga akhirnya ditolong oleh salah satu warga sekitar. Korban dibawa ke rumah sakit terdekat. Kejadian itu dilaporkan ke poliis. Atas laporan tersebut, para tersangka berhasil diringkus.

Baca juga:  Belajar Jadi Diplomat dan Juru Bicara

Aksi serupa terjadi Kamis (30/1) sekitar pukul 04.30. Korbannya, Suprihati, 39, warga Tegowanu, Kabupaten Demak. Sedangkan pelakunya tersangka A alias Bajing bersama dua rekannya yang masih DPO, A alias Kambok, 17 dan F, 16, keduanya warga Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Demak. Lokasi kejadian tidak jauh saat pembegalan motor milik Slamet.
“Korban perjalanan pulang dari Semarang. Modusnya sama, korban sudah diikuti tersangka dari SPBU Desa Karangawen. Setelah dipepet, korban disebet senjata tajam jenis parang mengenai lengan kanan dan langsung terjatuh. Kemudian tersangka berhasil mengambil dan membawa kabur motor korban ke arah barat,” katanya.

Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sepeda motor Yamaha N-Max nopol K 3036 AW. Selain itu, di jok motor terdapat tas berisi surat penting, dompet, tiga HP merek Samsung Galaxy J8, Samsung Galaxy, Nokia, uang Rp 5 juta, serta emas seberat 5 gram dan suratnya. Total kerugian korban mencapai Rp 40 juta.

Baca juga:  PT Kota Satu Terancam Pailit

Tersangka R alias Kopok mengaku mendapat HP merek Samsung Galaxy J8 warna Gold dari tersangka A alias Bajing. “Jadi, ini dua kelompok beraksi di dua TKP. Tapi mereka satu bagian. Yang diambil TKP pertama di Jalan Semarang-Purwodaadi depan MTs Negeri 2 Demak, waktunya hanya selisih 30 menit dengan TKP kedua. Barang bukti motor yang kita amankan ini rencana mau dijual tersangka,” jelasnya.

Hingga kemarin, para tersangka lain yang masih DPO terus diburu petugas. Sedangkan tersangka yang diamankan masih mendekam di ruang tahanan Mapolda Jateng untuk dilakukan proses hukum selanjutnya. Para tersangka akan dijerat pasal 365 ayat (2) ke-1 dan 2 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya