alexametrics

Tindak Tegas Prostitusi Berkedok Wisma Karaoke

Satpol PP Sidak eks Lokalisasi Sunan Kuning

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG,– Pemkot Semarang tidak akan memberikan toleransi apabila wisma karaoke di eks lokalisasi Sunan Kuning masih dijadikan ajang transaksi prostitusi. Sebab, disinyalir masih ada praktik pelacuran berkedok wisma karaoke di tempat ini.

“Kalau ada yang masih buka praktik prostitusi di kawasan eks lokalisasi ini (Sunan Kuning), maka aktivitas karaoke akan kami tutup semuanya,” tegas Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto saat melakukan sidak di kompleks eks lokalisasi Sunan Kuning, Selasa (25/2).

Fajar juga memastikan jika di dalam wisma karaoke tidak disediakan kamar yang berpotensi terjadi praktik prostitusi. “Kita sudah pastikan dan memberikan ultimatum apabila melakukan praktik prostitusi colong-colongan,” katanya.

Kedatangannya di eks lokalisasi tersebut, sekaligus mencari fakta akan banyaknya laporan yang masuk ke Satpol PP Kota Semarang bahwa praktik prostitusi masih marak di kompleks itu. “Kita juga untuk mengecek kebenaran dari info-info tersebut,” tuturnya.

Baca juga:  Pemasangan CCTV Terus Disosialisasikan

Selama ini, bentuk pengawasan yang dilakukan oleh Pemkot Semarang yaitu dengan menerjunkan tim intelijen dari Satpol PP. “Temen-temen intel kami terjunkan ke sini melakukan pengawasan,” katanya.

Dikatakan Fajar, ada puluhan wisma karaoke yang tersebar di setiap gang di kompleks eks lokalisasi Sunan Kuning. Pihaknya sebelumnya juga memastikan jika di dalam wisma karaoke tidak ada satupun kamar yang digunakan selain dari ruang karaoke itu sendiri.

Dikhawatirkan, celah sekecil apapun bisa digunakan untuk praktik prostitusi. Ia juga mengatakan di samping itu pihaknya rutin menggelar operasi yustisi untuk memastikan jika mantan wanita pekerja seks (WPS) eks lokalisasi Sunan Kuning tidak membuka ‘praktik’ di luar.

Baca juga:  Harapkan Perlindungan, Gelar Ritual Po Un

“Hasilnya beberapa waktu lalu kita menjaring ada lebih dari lima orang WPS, dan setelah kami cek itu bukan dari eks Sunan Kuning,” tuturnya.

Menurutnya, hal itu juga untuk menepis anggapan masyarakat bahwa setelah ditutup, WPS eks lokalisasi Sunan Kuning banyak yang membuka praktik di luar.

“Banyak anggapan memang karenanya kita buktikan dengan operasi yustisi secara rutin dan hasilnya tidak satupun yang kami jaring dari eks Sunan Kuning,” tuturnya.

Justru, lanjutnya, WPS yang kerap terjaring merupakan mobilisasi dari wilayah daerah tetangga.

“Kami tetap akan melakukan pengawasan secara rutin di sini (eks Sunan Kuning) supaya tidak ada colong-colongan prostitusi di sini,” katanya.

Baca juga:  Sembilan Napi Asimilasi Berulah Lagi

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Paguyuban Karaoke Argorejo, Rohmad.

Dikatakannya, pihaknya tidak segan-segan menutup sendiri wisma yang nekat membuka praktik prostitusi di tempatnya. “Kami kerap bekerja sama dengan Satpol PP untuk memberikan pendampingan supaya pemandu karaoke tidak nyambi jadi WPS di sini,” ujar Rohmad.

Ia juga menegaskan, jika ada kabar yang mengatakan masih adanya praktik prostitusi di eks lokalisasi Sunan Kuning itu bohong. “Ketika ada suara sumbang di sana itu bohong besar. Karena di sini ada aturan ketika ada salah satu anggota LC yang melanggar aturan tersebut langsung wisma tersebut kami tutup,” tegasnya. (ewb/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya