alexametrics

Kantong Plastik Dilarang, Pesanan Tote Bag Meningkat

Narto, Perajin Tas di Kampung Leduwi, Semarang Timur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID,- Narto, salah satu perajin tas di Kampung Leduwi, Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Semarang Timur dulu ikut bekerja orang lain. Namun kini sukses menjadi pengusaha tas. Produknya sampai luar Jawa.(M. HARIYANTO, Radar Semarang)

“Saya sudah tujuh tahun buka usaha sendiri. Sebelumnya ikut orang lain. Kemudian merintis usaha sendiri kecil-kecilan. Sekarang buka sendiri buat tote bag, tas, sama suvenir nikahan maupun acara lain,” katanya saat membuka obrolan dengan Jawa Pos Radar Semarang di rumahnya.

Malam itu, ia duduk di mesin jahit sembari merangkai bahan tas yang akan dibuatnya. Meski malam hari, Narto masih berjibaku dengan pekerjaannya tersebut. Rumah tinggal yang ditempatinya juga sangat sederhana. Ruang tamu yang hanya berukuran lebar 4 meter dengan panjang 6 meter ini juga penuh dengan tas dan bahan baku.

Baca juga:  Kembangkan 22 Urban Farming di Sembilan Kecamatan

“Kalau malam tidak capek ya kita manfaatkan untuk menjahit. Besok atau kalau sudah terkumpul semua kita membuat tas,” jelasnya.

Banyak motif tas buatannya. Mulai yang polos sampai gambar bunga hasil kreasi Narto dibantu istrinya. Untuk harga relatif terjangkau, mulai Rp 6 ribu, Rp 25 ribu, Rp 40 ribu, hingga mencapai ratusan ribu rupiah, tergantung model dan bahan.

“Bahannya macam-macam, bahan dari por kertas, mika, termasuk kanvas, parasit, ada juga yang antiair. Kalau modelnya rata-rata cangklong. Ada yang ukuran M,” bebernya.

Narto mengatakan, bisa membuat tas sesuai pesanan. Menurutnya, waktu pembuatan tergantung tingkat kerumitan, sehingga tidak bisa diprediksi dalam setiap bulannya. Namun demikian, produk yang dibuatnya telah merambah sampai ke Indonesia bagian Timur.

Baca juga:  Kirimkan Surat Redaksi ke KPK

“Kita hanya bikin saja, menerima pesanan mengikuti model yang diinginkan pelanggan. Langganan saya grosiran. Ada yang dimasukkan ke toko-toko. Produk saya sampai ke Papua juga,” katanya bangga.

“Kalau tas yang modelnya unik biasanya setengah jam jadi. Ada yang cuma 15 menitan sudah jadi. Misalnya tote bag gitu. Kalau bahannya kita beli di Semarang banyak,” jelasnya.

Baru-baru ini, konsumen yang berbelanja di supermarket atau swalayan tidak mendapatkan kantong plastik. Hal ini menjadi berkah bagi Narto. Sebab, pesanan tote bag pengganti kantong plastik meningkat. “Lebih praktis memang menggunakan tote bag, bisa digunakan berkali-kali,” katanya.

Narto mengatakan, pemesan tote bag selain yang polos, ada juga yang didesain dengan bermacam gambar unik. Ada juga yang pesan dengan model yang lebih elegan.

Baca juga:  Berharap SPBU Nelayan dan Pemecah Gelombang

“Misalnya tote bag bagi kalangan milenial. Tas ini cocok dipakai jalan-jalan, ke kampus, mal atau tempat kerja. Tote bag juga simpel bisa dilipat, dan baru dikeluarkan saat dipakai membawa barang belanjaan,” ujarnya. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya