alexametrics

Penipuan CPNS, 24 Tersangka Diamankan

Dua Tersangka Oknum PNS Total Kerugian Rp 3,7 Miliar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG,- Sebanyak 24 tersangka diamankan terkait dugaan penipuan dengan modus menjanjikan bisa memasukkan menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di wilayah Jateng. Dua di antaranya berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Para tersangka diamankan oleh sembilan Polres jajaran Polda Jateng. Total kerugian korban kurang lebih mencapai Rp 3,7 miliar.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mengungkapkan, pihaknya telah mendata dan mengecek ke seluruh Polres jajaran Polda Jateng terkait pengungkapan kasus penipuan tes CPNS 2020.

“Kami sudah cek ada sembilan Polres yang melakukan pengungkapan. Ini yang cukup menjadi perhatian kami, ternyata tersangka cukup banyak. Bahkan barang buktinya ratusan juta hingga miliaran rupiah,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang di Mapolda Jateng, Senin (24/2).

Baca juga:  Plh Sekda Jateng Ditunjuk melalui Lelang

Iskandar membeberkan, sebanyak sembilan Polres yang sudah mengungkap kasus dugaan penipuan seleksi CPNS adalah Polrestabes Semarang, Polres Semarang, Polres Purworejo, Polres Wonogiri, Polres Kudus, Polres Banyumas, Polres Boyolali, Polres Kebumen, dan Polres Demak. Sedangkan para tersangka dari kasus ini sudah ada yang pelimpahan tahap pertama dan tahap dua, atau diserahkan ke kejaksaan untuk diproses hukum selanjutnya.

“Jumlah total yang diamankan 24 orang. Tiga orang masih penyelidikan, kemudian 21 orang sudah menjadi tersangka, dan sudah dilakukan penyidikan, dan yang sudah sampai tahap dua, sudah tiga orang” bebernya.

“Jumlah tersangka dan jumlah korban paling banyak di Polrestabes Semarang. Ada enam tersangka dan tiga berkas sudah tahap dua. Kalau latar belakang tersangka bermacam-macam. Ada wiraswasta, sipil, bahkan ada dari PNS. Dua orang yang PNS. Itu kalau tidak salah ditangani Polrestabes Semarang,” tambahnya.

Baca juga:  Promosikan Kampung Pelangi lewat Lomba Vlog dan Fotografi

Sejauh ini, lanjut dia, masyarakat yang menjadi korban dan sudah melapor mencapai 17 orang. Jumlah kerugian yang dialami korban bervariasi. Ada yang telah menyetorkan uang Rp 18 juta, bahkan hingga miliaran rupiah untuk bisa menjadi PNS di wilayah Jateng.

“Paling kecil sekitar Rp 18 juta. Kerugian korban yang paling besar mencapai Rp 1,2 miliar. Total barang bukti yang sudah kami hitung kurang lebih Rp 3,7 miliar,” paparnya.

Iskandar menambahkan, pengungkapan kasus ini setelah kepolisian melakukan penyelidikan terkait adanya laporan dari para korban. Hingga akhirnya berhasil menangkap para tersangka. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan jumlah korban dan tersangka akan bertambah.

“Saya yakin korbannya masih ada lagi. Karena ada yang masih malu untuk melapor. Kami mengimbau kepada masyarakat yang betul-betul merasa tertipu, apalagi sudah mengeluarkan banyak uang dan tidak dikembalikan, silakan melapor kepada pihak kepolisian,” harapnya. (mha/aro)

Baca juga:  3.945 Peserta dari Tujuh Daerah SKB di Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya