alexametrics

Maret, Stasiun Terapkan Kartu Elektronik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG,- Dua stasiun kereta api (KA) mulai Maret 2020 memberlakukan pembayaran menggunakan kartu uang elektronik. Yakni, Stasiun Poncol dan Stasiun Tawang. Baik untuk kendaraan roda dua, roda empat atau lebih.

Koordinator Lapangan Stasiun Poncol Eko Suharto menuturkan, sosialisasi sudah dilakukan per 3 Februari. “Pagi pelanggan yang belum memiliki kartu elektronik, akan ada petugas yang berjaga di pintu masuk parkir. Dia akan membantu para pelanggaan untuk reparking,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (24/2) kemarin.

Lebih lanjut, pelanggan hanya diminta melakukan tap in di pintu masuk. Jika pelanggan akan keluar, mereka hanya diminta menyerahkan kartu uang elektronik kepada kasir.

“Pelanggan akan mendapatkan struk sebagai bukti pembayaran pemotongan kartu uang elektronik sejumlah biaya parkir yang berlaku. Nantinya pelanggan tidak akan repot mencari karcis parkir dan meminimalisasi denda akibat kehilangan karcis parkir,” imbuhnya.

Baca juga:  Foto-Foto Banjir Rob yang Menerjang Tanjung Emas Semarang, Motor Terpaksa Diangkut Pakai Troli 

Disinggung mengenai alur pembayaran, bisa dilakukan di beberapa bank. Mulai 1 Maret sudah diharuskan menggunakan kartu uang elektronik. Sudah tidak ada pembayaran cash. Yang penting memiliki kartunya, mirip dengan e-tol dan bayarnya bisa melalui E-Money (Mandiri), Flazz (BCA), TapCash (BNI), dan BRIZZI (BRI).

Ditemu terpisah, Humas Daop 4 Semarang Krisbiyantoro menjelaskan, sosialisasi kartu uang elektronik terus dilakukan oleh petugas jaga parkir. Terutama di Stasiun Tawang dan Poncol.

“Penerapan sistem kartu uang elektronik sebagai upaya mengurangi penggunaan kertas untuk karcis parkir. Sekaligus sebagai dukungan mengurangi sampah di Semarang harus dimulai dari sekarang,” lanjutnya.

Selain itu, penerapan kartu uang elektronik akan menekan human error dari sisi keuangan. “Melalui sistem, perhitungan uang kembalian yang kerap terjadi karena pemotongan saldo bisa diminimalisasi, bahkan dikurangi,” tandasnya. (avi/ida)

Baca juga:  Jalan Kaligawe Raya Terendam Banjir, Kendaraan Mengular Tiga Kilometer

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya