alexametrics

Diperkirakan Calon Perseorangan di Empat Daerah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG,– Dari 21 kabupaten/kota di Jateng yang akan menggelar pilkada serentak 2020, kemungkinan hanya empat daerah yang bakal diramaikan calon perseorangan.

Keempat daerah itu adalah Kabupaten Sukoharjo, Purworejo, Kendal dan Demak. Pasalnya, hanya pasangan calon (paslon) dari keempat daerah tersebut yang menyerahkan berkas syarat dukungan minimal ke KPU. Mereka adalah paslon Suyanto-Erfa Royani dari Kendal, Said-Mat Solekan dari Demak, Slamet Riyanto-Suyanto dari Purworejo, serta paslon Muhammad Ali – Achmad Abu Jazid dan Bagyo Wahyono – FX Suparjo, keduanya dari Surakarta. Dari kelima paslon itu, baru pasangan Bagyo Wahyono – FX Suparjo yang status berkasnya telah diterima KPU dengan 36.006 dukungan. Sementara pasangan lainnya, hingga sore kemarin, dikatakan, masih dalam proses penghitungan.

”Itu yang sudah menyerahkan. Dan yang statusnya sudah diterima adalah Sukoharjo. Karena silon dan berkas dukungannya setelah dihitung, memenuhi jumlah minimal. Yang lainnya masih proses,” ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah Yulianto Sudrajat kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (24/2).

Mereka yang telah menyerahkan berkas, akan menjalani verifikasi administrasi dan verifikasi faktual. Ini dilakukan untuk mengetahui kebenaran para pendukung pasangan dari jalur perseorangan tersebut. ”Nanti, akan kami datangi satu per satu. Kami dibantu petugas PPS melakukan verifikasi administrasi dan faktual dengan metode sensus. Untuk memastikan apakah betul dukungan itu,” jelasnya.

Baca juga:  Kiai Mansyur Pilih Muhasabah Diri Sebelum Berangkat ke TPS

Selain sejumlah pasangan tersebut, ada pasangan yang menyerahkan berkas namun ditolak karena tidak memenuhi jumlah minimal. Ada pula pasangan calon yang tidak menyerahkan berkas sama sekali, meskipun melalui LO mereka sudah meminta password untuk memasuki silon.

”Awalnya mau menyerahkan, sampai hari terakhir banyak yang tidak terpenuhi, jadinya tidak menyerahkan,” bebernya.

Komisioner KPU Jawa Tengah Paulus Widiyanto menambahkan, hingga batas akhir penyerahan berkas Minggu (23/2) pukul 00.00, memang ada pasangan calon yang menyerahkan dan diterima, serta ada yang menyerahkan tapi ditolak karena tidak memenuhi dan ada yang tidak menyerahkan sama sekali.

”Yang ditolak itu ada calon dari Kabupaten Semarang dan Boyolali. Setelah menyerahkan, dihitung ternyata kurang, sehingga ditolak,” jelasnya.

Memang harus diakui, cukup berat untuk memenuhi syarat minimal dukungan. ”Saya melihat mereka ini sangat serius. Kami mengakui dan mengapresiasi kerja luar biasa mereka. Tapi memang berat untuk memenuhi syarat minimal dukungan,” ujarnya.

Baca juga:  Munculkan UMKM Baru di Kelurahan Gisikdrono

Ditambahkan, setelah dilakukan verifikasi administrasi dan faktual, hasilnya dapat digunakan pasangan calon sebagai tiket untuk mendaftar bersamaan dengan pasangan calon yang diusung partai politik.

Sementara itu, petugas KPU Demak telah menerima penyerahan berkas pendaftaran calon perseorangan dari paslon Said-Mat Solekan. Sedianya, paslon tersebut mendaftar pukul 15.00, Minggu (23/2) sore, namun sampai waktu tersebut belum ada tanda tanda paslon datang ke KPU untuk mendaftar. Akhirnya, Said-Solekan mendaftar di KPU setempat pukul 21.16.

Ketua KPU Demak Bambang Setiabudi mengatakan, pendaftaran Said-Mat Solekan dilakukan pukul 21.16. Sementara penghitungan berkas dilakukan pukul 22.15. “Sampai sekarang (sore kemarin) kami masih melakukan kroscek berkas pendaftaran, utamanya jumlah dukungan yang dikumpulkan,” katanya.

“Kalau dilihat dari pendaftaran online jumlah dukungan sudah mencapai 66.409 pemilih. Jumlah itu melebihi syarat minimal yang ditentukan perundang-undangan, yaitu 65.801 pemilih,” imbuh Bambang di kantor KPU Demak.

Pihaknya sudah menyiapkan tim untuk meneliti berkas yang diserahkan calon. Dibagi lima tim. Setiap tim ada dua orang. Berkas langsung dihitung. “Perkiraan dibutuhkan waktu 14 jam dan normal 15 jam. Sekarang belum selesai penghitungan,” katanya.

Baca juga:  Pilkada Ditunda, Hibah Rp 35,7 Miliar Terancam Mangkrak

Berkas yang diteliti antara lain rekap dengan kode formulir B1.1Kwk untuk kode dukungan tiap desa dan kelurahan. Minimal dengan persebaran pemilih di delapan kecamatan dari total 14 kecamatan yang ada di Demak. Selain itu, berkas B1.Kwk terkait dengan surat pernyataan dukungan dan fotokopi identitas (E-KTP) pemilih serta B2 Kwk untuk rekap dukungan perkecamatan.
“Tiga hal itu yang kita korscek kesesuaiannya. Bila memenuhi syarat kita terima. Jadi, karena mendaftar pada hari terakhir, maka tidak ada waktu lagi untuk menyempurnakan dokumen lagi,” katanya.

Tim administrasi Said-Mat Solekan Abrori mengatakan, setelah dilakukan pendaftaran itu, pihaknya optimistis bisa memenuhi persyaratan sebagai calon perseorangan sesuai aturan yang berlaku. “Kami sebelumnya sudah siapkan 66.409 identitas pemilih. Memang kesulitannya ada di penggandaan identitas. Mesin foto kopi hanya satu, sehingga oyak-oyakan terus,” katanya saat ditemui di posko pemenangan.

Untuk mengecek identitas pemilih yang disiapkan mendaftar, setidaknya ada 60 relawan yang membantu menyortir berkas. “Setelah beres semua, kita daftarkan ke KPU bersama paslon Said-Mat Solekan,” tandasnya. (sga/hib/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya