alexametrics

Hampir Pasti, Petahana Lawan Kotak Kosong

Tak Ada Pendaftar Calon Perorangan

Artikel Lain

Koalisi Paslon Petahana
PDIP 19 kursi
Partai Gerindra 6 kursi
Partai Demokrat 6 kursi
PKB 4 kursi
Partai Golkar 3 kursi
Partai Nasdem 2 kursi
PAN 2 kursi
Jumlah 42 kursi

Belum Tentukan Sikap
PSI 2 kursi
PKS 6 kursi

Calon Perorangan
Belum ada yang mendaftar

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG,- Kontestasi Pilwalkot Semarang dimungkinkan akan muncul calon tunggal. Pasalnya, dari jalur calon independen (perseorangan) yang dibuka KPU Kota Semarang sejak 19 Februari sampai 23 Februari 2020 pukul 18.00 kemarin, belum ada satu pun yang mendaftar. Sedangkan jalur parpol, sudah tertutup. Sebab, hampir semua parpol sudah menyatakan akan berkoalisi dengan PDIP yang mengusung calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota petahana Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu. Tinggal PKS dan PSI yang masing-masing memiliki 6 kursi dan 2 kursi di DPRD Kota Semarang yang belum menentukan sikap. Adapun syarat untuk bisa mengusung pasangan calon minimal 10 kursi.

Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom mengatakan, penutupan pendaftaran calon perseorangan ditutup pada Minggu (23/2) pukul 00.00. Namun hingga pukul 18.00 kemarin belum ada yang mendaftar. Pasangan Khoeroni (Gus Roni) dan Adi Wiratno yang sebelumnya diberitakan akan maju lewat jalur perseorangan hingga petang kemarin belum mendatangi kantor KPU Kota Semarang. “Kita tunggu sampai penutupan pukul 00.00. Kalau tidak ada, berarti tidak ada calon perseorangan di Pilwalkot Semarang,” ujar Henry Casandra Gultom kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (23/2).

Baca juga:  TNI, Polri, ASN Rampung, Fokus Vaksinasi Lansia

Meski begitu, lanjutnya, untuk calon tunggal masih terlalu jauh untuk disimpulkan. Pasalnya, pembukaan pendaftaran calon dari jalur parpol masih dibuka pada 16-18 Juni 2020 nanti. “Belum tentu juga cuma calon tunggal, karena masih ada pendaftaran jalur parpol (partai politik),” katanya.

Dalam hal ini, pihaknya masih membuka kesempatan bagi calon yang ingin maju dari jalur perseorangan. Beberapa syaratnya antara lain mengambil pasword untuk menginput data pendukung di KPU Kota Semarang. Kemudian mengumpulkan 76 ribu KTP dukungan dari masyarakat.

Salah satu pasangan calon yang hendak maju melalui jalur perseorangan dan sudah mengambil pasword adalah pasangan Khoeroni (Gus Roni) dan Adi Wiratno. Sebelumnya mereka juga sudah komunikasi intens dengan pihak KPU Kota Semarang bagaimana proses untuk maju melalui jalur perseorangan.

Baca juga:  Sejumlah Kegiatan Siswa Ditunda

Dihubungi melalui ponsel, Khoeroni mengatakan jika ia bersama timnya masih terus menggodok jumlah dukungan. “Saya bersama tim di hari terakhir pendaftaran masih terus mengejar persyaratan tersebut,” ujar Gus Roni – sapaan akrabnya.

Sampai hari terakhir pendaftaran pukul 16.00, pihaknya baru mengumpulkan 16 ribu KTP dukungan dari masyarakat. Ia mengaku mengalami beberapa kendala dalam pengumpulan dan pengimputan jumlah pendukung. Antara lain terkait dengan penginputan yang dilakukan oleh timnya ternyata didapati banyak indentitas ganda. Kemudian kendala lain yaitu minimnya sosialisasi yang dilakukan oleh KPU Kota Semarang terkait dengan pencalonan dari jalur perseorangan kepada masyarakat atau calon pemilih.

”KPU tidak sosialisasi terkait dengan calon yang maju dari jalur perseorangan,” katanya.

Karena hal itu, ketika ia hendak melakukan pendekatan dengan warga pun, tidak banyak yang tahu apa itu calon perseorangan. “Masyarakat ketika kami survei pun banyak yang tidak tahu apa itu calon perseorangan atau independen. Malahan saya kerap ditanya maju dari partai apa,” tuturnya.

Karena hal itulah, ia mengalami kesulitan untuk mengumpulkan data pendukung. Di samping itu, saat ini ia juga sudah menyebar pamflet dan menempel poster terkait pencalonan dirinya dari jalur perseorangan. Selain untuk mengenalkan dirinya, juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat tentang calon perseorangan.

Baca juga:  Belajar dan Menyikapi Novel Coronavirus

Pakar Politik Universitas Diponegoro (Undip) Teguh Yuwono menilai elektabilitas dari petahana di Kota Semarang cukup tinggi. “Kita bisa lihat sendiri,” ujar Teguh.

Meski begitu, ia mewanti-wanti kepada calon petahana supaya tetap meningkatkan elektabilitasnya. Sebab, apabila nantinya petahana akan melawan kotak kosong dan menang hanya 55 persen suara, bisa dibilang gagal dalam memimpin.

“Jangan sampai lengah kalau memang nanti melawan kotak kosong, karena elektabilitasnya justru benar-benar diuji di situ,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, petahana juga harus terus menyosialisasikan kepada masyarakat untuk datang ke TPS, dan menggunakan hak suaranya apabila benar nantinya bakalan melawan kotak kosong. “Pastinya seperti itu,” tuturnya.

Kemungkinan untuk muncul calon tunggal memang besar. Dikarenakan hampir semua partai politik di Kota Semarang sudah merapat ke calon petahana. Calon petahana yang diusung oleh PDIP tersebut didukung partai lain, seperti Gerindra, PAN, Demokrat, Golkar, dan PKB. (ewb/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya