alexametrics

ADN Tangkal Radikalisme dan Intoleransi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID,  SEMARANG – Ratusan dosen Nahdatul Ulama (NU) yang tergabung dalam Aliansi Dosen Nahada resmi dilantik. Pelantikan dan deklarasi Aliansi Dosen Nahada (ADN) dihadiri lebih dari 200 dosen dari berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Jateng-DIJ.

Ketua Umun ADN wilayah Jateng-DIJ Maswan mengatakan, terbentuknya ADN berangkat dari rasa keprihatinan atas maraknya radikalisme dan intoleransi di kampus-kampus. “Ini yang menjadi perhatian kami. Lahirnya ADN sebagai upaya membendung gerakan-gerakan tersebut,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (21/2) kemarin.

Selain itu, ADN juga memiliki fungsi aktualisasi potensi kerjasama nasional di kalangan dosen-dosen NU. “Khususnya kerjasama nasional dan internasional bagi para dosen lintas profesi. Semua misi tentu harus tetap berpegang pada ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah dan budi pekerti luhur,” imbuhnya.

Baca juga:  Duh, PKS Jawa Tengah Digugat Kadernya Rp 10,5 Miliar

Deklarasi ini juga untuk mengombinasikan nilai-nilai moderasi Islam (wasathiyyah al-Islam). Secara praktis, para dosenlah yang bertanggung jawab atas berhasilnya tujuan tersebut.

Di samping itu, penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi pembahasan utama organisasi. Terutama dalam pengembangan sumber daya dan keunggulan dosen-dosen NU dapat terbangun dan terlihat dengan ideal.

Ketua Pimpinan Pusat ADN, Dr Imam Hambali mengatakan, dengan adanya ADN, diharapkan para dosen NU ada di dalam pagar NU, bukan di luar pagar. Apalagi di seberang pagar sehingga mudah diangkut oleh kendaraan apapun dan dibawa kemanapun.

“ADN ini sebagai bagian integral dari NU (lahir dan batin). Karena sampai saat ini ADN masih belum berani menyematkan nama NU, kini masih menggunakan istilah Nahada,” katanya.

Baca juga:  SPAK Sasar Kader PKK dan Gerakan Organisasi Wanita

Hal senada diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen (Gus Yasin). “Hasil penelitian menyebutkan, keinginan peserta didik untuk membentuk negara khilafah akhir-akhir ini meningkat. Ini semua harus diwaspadai dan ditanggulangi. Toleransi dan kemanusiaan harus dikedepankan,” paparnya.

Ia juga mengimbau kepada peserta didik untuk tetap fokus menuntut ilmu. Tidak mementingkan paham yang tidak sesuai dengan adat masyarakat Indonesia. “Wadah-wadah bagi para kader NU menjadi sangat penting guna mengaktualisasikan nilai-nilai dan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah di berbagai bidang dan ruang,” jelasnya.

Dengan memiliki tiga kecintaan utama, yaitu cinta pada Aswaja, cinta pada NKRI dan cinta pada Islam yang moderat. “Semoga ADN bisa membawa kemajuan di Jawa Tengah, terutama kemajuan organisasi-organisasi NU yang ada di kampus-kampus,” pungkasnya. (avi/ida)

Baca juga:  6.100 Bibit Pohon Sukun Disebar di 16 Kecamatan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya