alexametrics

RS Keluarga Sehat III Dibangun di Semarang

Dukung Visi Health Tourism Kota Lunpia

Artikel Lain

RADARSEMRANG.ID, SEMARANG, –Rumah Sakit (RS) Keluarga Sehat (KSH) III akan dibangun di Semarang. Setelah sukses mendirikan di Kabupaten Pati dan Tayu Kabupaten Pati. Rencananya, rumah sakit yaang akan dibangun di atas lahan seluas 3,1 hektare ini akan memiliki bentuk bangunan ikonik dengan tujuh lantai.

Direktur Utama (Dirut) PT Keluarga Sehat Sejahtera (KSS) dokter Benny Purwanto mengatakan, nantinya pengembangan demi pengembangan akan terus dilakukan. Sebab, pembangunan awal baru memanfaatkan setengah dari total luas lahan.
KSH III Semarang akan memiliki 155 tempat tidur dan dilengkapi poliklinik spesialis, klinik subspesialis, laboraturium klinik patologi, anatomi, mikrobiologi, rontgen, dan CT Scan serta beberapa kelengkapan lainnya.

”Juga akan ada empat kamar bedah yang dapat dikembangkan hingga tujuh. Sudah memenuhi standar internasional untuk kebersihan ruangan dan bebas kuman,” ujarnya dalam acara ground breaking RS KSH III, di Puri Anjasmoro Semarang, Kamis (20/2).

Baca juga:  Mayat Wanita di Pinggir Rel

Benny menjelaskan, nilai investasi awal untuk rumah sakit tipe C ini sebesar Rp 300 miliar. Ditujukan untuk mendukung Pemkot Semarang dalam mengembangkan health tourism. Sebab, selain untuk medical check up, rumah sakit ini akan dilengkapi dengan medical spa.

”Harapannya, yang di Semarang tidak ke luar negeri. Kemudian yang dari luar Semarang, bisa datang ke Semarang sini. Termasuk yang dari luar negeri atau para ekspatriat,” jelasnya.

Ditargetkan, grand opening KSH III dapat dilakukan pada 22-02-2022 nanti. Di awal operasional, RS KSH diperkirakan mampu menyerap 200 tenaga kerja, baik tenaga medis, paramedis, maupun tenaga umum yang diprioritaskan dari Kota Lunpia. ”Baik dokter, spesialis, perawat, bidan dan tenaga umum, sangat memungkinkan diambil dari Semarang,” ujarnya.

Disinggung mengenai alasan pemilihan Kota Semarang, ia mengatakan bahwa Semarang dinilai sebagai kota dengan kemudahan berusaha (easy of doing business). Dibuktikan dengan perizinan pembangunan KSH III ini yang tidak memerlukan waktu lama. ”Perizinan di Kota Semarang ini sangat cepat. Tanggal 10 November izin dan rekomendasi Dinas Kesehatan sudah keluar, tanggal 30 Desember sudah ada izin mendirikan rumah sakit,” ujarnya.

Baca juga:  Belajar Langsung dengan Veteran, Siswa Al Azhar Beri Bingkisan

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melalui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang Moch Abdul Hakam mengatakan, RS KSH III Semarang ini menjadi pilot project Pemkot Semarang dalam komitmennya mempermudah perizinan. ”Dari 22 persyaratan, menjadi 15. Ada tujuh yang diskip. Kalau ini bisa dilakukan pada KSH III, harusnya bisa diberlakukan pada investor-investor lain,” terangnya.

Selain komitmen mempermudah perizinan, dalam dua tahun terakhir ini Semarang memiliki komitmen mengembangkan destinasi wisata. Selain ikon wisata di Semarang seperti Kota Lama, Lawang Sewu dan kuliner, destinasi wisata yang dikembangkan ke depan adalah di bidang kesehatan atau healthy tourism menjadi bagian di dalamnya.

”Kami dituntut bagaimana membuat Semarang menjadi kota yang hidup selama 24 jam. Kami terus menuju ke sana termasuk dengan healthy tourism. Keberadaan KSH ini menjadi salah satu untuk menuju ke sana,” ujarnya.

Baca juga:  Ingatkan Ormas, Jangan Takuti Masyarakat

Dirinya berharap, nantinya KSH III dapat menyerap tenaga kerja dari Semarang. Sehingga keberadaannya memberikan berkah bagi warga Semarang, khususnya Semarang Barat tempat rumah sakit ini akan dibangun. ”Kalau bisa karyawan dari Semarang. Bahan baku beli di Semarang. Dan kalau sudah jadi, kalau bisa karyawan orang-orang Semarang,” ujarnya.

Dalam acara ground breaking tersebut, dihadiri para direktur rumah sakit di Kota Semarang, kalangan perbankan, anggota Forkompimda, dan para pemegang saham PT KSS. (sga/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya