alexametrics

Jam’iyyatul Muballighin Siap jadi Benteng NKRI

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Jam’iyyatul muballighin menyatakan siap menjadi benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman radikalisme dan intoleran.

Hal itu disampaikan salah satu tokoh utama jam’iyyatul uballighin pusat, KH M Thoyyib Farchany saat di acara Kongres I Jam’iyyatul Muballighin di UTC Hotel Jumat (21/2/2020).

“Salah satu tujuan diadakannya konggres ini untuk menguatkan visi-misi dalam membantu program pemerintah dalam hal menjaga NKRI dari ancaman paham radikalisasi dan inteloransi,” ujar kiai yang juga menjadi penanggung jawab acara tersebut.

Pria yang akrab disapa Gus Toyyib mengatakan, tujuan lain diselenggarakannya kongres yaitu untuk memperat silaturahmi antarpengurus, penataan organisasi serta membentengi akidah Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) An Nahdliyah di Indonesia.

Baca juga:  Butuh Banyak Tenaga Medis, Rekrutmen Perawat dan Bidan Dipercepat

“Organisasi ini mulai dirintis 2013 di Kabupaten Semarang. Saat ini kepengurusan mencakup wilayah Jawa Tengah dan Jogjakarta. Tidak menutup kemungkinan akan menyebar sampai seluruh Indonesia,” terangnya.

Dijelaskannya, saat ini terdapat sekitar 2.000 an kiai dan ustadzdi jam’iyyatul muballighin. Diperkirakan, dalam beberapa tahun kedepan jumlahnya akan semakin bertambah. Mengingat antusiasme tokoh agama untuk bergabung semakin tinggi.

“Kami berdoa dan optimistis jumlah kiai-ustad akan bertambah hingga mencapai 7.000 sampai 9.000 orang,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Jam’iyyatul Muballighin Kota Semarang, KH Abdur Rokhim Al Muhsin menuturkan, keberadaan jam’iyyatul muballighin khususnya di Kota Semarang tidak lepas dari peran para mubalig, kiai untuk menyatukan visi dan misi dalam berdakwah. “Muaranya untuk kemaslahatan umat. Saat ini yang masih marak ialah ancaman radikalisme, terorisme serta ancaman lainnya,” katanya. (ewb/bas)

Baca juga:  Kasus Positif Covid-19 di Semarang Turun

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya