alexametrics

Tomy Sempat Berpesan agar Futsal Jagalan Terus Dikembangkan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Selain meninggalkan duka mendalam bagi ibu dan kerabat, meninggalnya Tomy Yulianto, 25, juga menyisakan duka oleh teman-temannya. Anak bungsu almarhum Sugeng, warga Kampung Kulitan Kelurahan Jagalan Semarang Tengah ini dikenal sangat baik dikalangan rekan-rekan sebayanya.

“Dia teman yang asyik dan seru. Dia sebagai panutan aja buat teman-teman, senang ngajari futsal,” ungkap Danur, rekan sebaya Tomy kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (20/2/2020).

Danur mengakui, Tomy jago dalam bermain futsal. Sejak kecil senang bermain bola. Bahkan saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) sudah bakat bermain bola.”Sejak kecil di SSB satu tim dengan Tomy, latihannya di Diponegoro, itu sejak SD kelas 2,” bebernya.

Baca juga:  Kelurahan Kedungpane Terus Kembangkan Pariwisata dan Bangkitkan UMKM

Menurutnya, kegemaran Tomy dalam bermain futsal juga tidak diragukan lagi. Bakatnya juga telah meraih prestasi dalam perlombaan atau kejuaraan Futsal.”Terakhir kemarin juara di Jagalan, tingkat Kecamatan. Terakhir ketemu Selasa (18/2/2020) malam, ngobrol-ngobrol dia minta supaya anak-anak muda di Jagalan supaya berkembang dalam bermain futsal,” terangnya.

Menurutnya, tidak ada firasat ketika bertemu dan mengobrol dengan Tomy. Namun, peristiwa runtuhnya atap bangunan tua yang ditempati Tomy dan orangtuanya hingga merenggut dua nyawa, Kamis (20/2/2020) sekitar pukul 04.30, ini membuat rekan-rekannya berduka.

“Tadi dapat kabar pagi pas lagi sama anak-anak saya di Salatiga, terus saya kesini. Kita tutur berdukacita, semoga mendapat tempat terbaik, amal dan ibadahnya diterima disisiNYA,” pungkasnya. (mha/bas)

Baca juga:  Tetap Gelar Dugderan, Namun Tanpa Arak-Arakan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya