alexametrics

Parkir Kota Lama Masih Disorot

Akhir Pekan, Pengunjung Kesulitan Parkir

Artikel Lain

Persoalan Kota Lama Semarang
– Pengunjung masih kesulitan mendapat tempat parkir, terutama akhir pekan dan hari libur.
– Masih ditemukan parkir liar yang menarik biaya mahal.
– Pengunjung kesulitan menemukan tempat kuliner di siang hari.
– Masih ada bangunan cagar budaya yang tidak dirawat pemiliknya.
Diolah dari Berita

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG, – Kawasan Kota Lama kini menjadi destinasi wisata paling digandrungi ketika berkunjung ke Kota Semarang. Namun persoalan parkir sampai sekarang belum juga bisa dituntaskan. Komisi D DPRD Kota Semarang saat melakukan kunjungan ke Kota Lama mengapresiasi langkah Pemkot Semarang yang berhasil mengubah wajah Kota Lama menjadi seperti saat ini.

“Masalah penataan parkir masih belum juga selesai,” tutur Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Swasti Aswagati, Selasa (18/2). Terlebih persoalan parkir tersebut sangat terlihat manakala akhir pekan dan saat hari libur. “Terutama pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu saat kunjungan wisatawan tinggi,” tambahnya.

Baca juga:  Rhenald Kasali: Hanya dengan Tagar, Masyarakat Tertriger untuk Belanja

Menurutnya, kondisi lahan parkir di Kota Lama masih belum bisa maksimal menampung banyak kendaraan pengunjung. “Nggak apa-apa parkirnya jauh, tapi shuttle-nya bisa lebih sering. Ini jadi pekerjaan rumah yang akan kami bahas di 2020,” katanya.

Para wakil rakyat berkeliling menggunakan golfcart mengamati pengembangan Kawasan Kota Lama Semarang pasca direvitalisasi. Adapun sejumlah titik yang menjadi spot kunjungan Komisi D DPRD Kota Semarang, yaitu Gedung Oudetrap, Semarang Kreatif Galeri, Rumah Akar Jalan Kepodang, Dream Museum Zone (DMZ), dan Galeri Industri Kreatif Semarang yang ada di belakang Gereja Blenduk.

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo. Dikatakan Anang, kunjungan ke Kota Lama dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan dan persoalan setelah dilakukan revitalisasi.

Baca juga:  Berdansa di Kota Lama

“Dari hasil kunjungan ini, ada beberapa temuan persoalan. Di antaranya, penataan parkir dan masih adanya gedung yang belum dirawat,” ujar politisi Partai Golkar ini.

Dia berharap ada ketegasan dari Pemkot Semarang. Khususnya di beberapa bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya. “Harus dijaga dan ada komunikasi dengan pemilik, terutama pemilik perorangan,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga melihat masih ada PKL di Kota Lama yang belum tertata dengan baik. “Kita ketemu rombongan pengunjung dari Solo, mereka mengeluhkan susah mencari kuliner saat siang hari,” tuturnya.

Padahal, di sisi lain masih ada PKL yang bertebaran dan belum tertata dengan baik. “Ini yang ingin kami berdayakan. Harus ada langkah penataan yang baik terkait PKL ini,” katanya.

Baca juga:  Petugas Temukan Pengunjung Reaktif di Kota Lama

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang Suryanto mengatakan, pengembangan kawasan Kota Lama Semarang untuk tahap I (pusat kawasan Kota Lama) telah berjalan dan kini untuk tahap II (sekitar Jembatan Berok) sudah dimulai di 2020. “Untuk parkir memang akan kita bahas, karena memang saat ini Kota Lama masih menjadi destinasi wisata yang digemari oleh masyarakat,” ujar Suryanto. (ewb/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya