alexametrics

Pengiriman Masker Sempat Terkendala

Pemprov Jateng Kirim 45 Ribu Masker

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng mengirimkan 45.250 lembar masker ke Taiwan, Hongkong dan Singapura. Pengiriman masker ini untuk mencukupi kebutuhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di negara tersebut.
Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, sebelumnya memang sudah ada pemerintah kabupaten/kota yang mengirimkan. Hanya saja, masih dibutuhkan dalam jumlah yang cukup banyak, bahkan hingga ratusan ribu lembar.

”Dari Hongkong, Taiwan, dan Singapura ngontak saya. Langsung DM dan ada yang WA minta bantuan. Kemudian kawan-kawan mencari dan Alhamdulillah bisa dapat,” ujarnya saat melepas pengiriman masker di halaman kantor Gubernur Jateng, Senin (17/2).

Masker-masker tersebut nantinya akan didistribusikan melalui Konsulat Jenderal (Konjens) RI di Hongkong, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura. Memang, ia katakan, masker-masker tersebut diprioritaskan untuk masyarakat Indonesia. ”Karena mereka yang meminta, kami prioritaskan untuk WNI. Nanti kalau sisa, bisa untuk yang lainnya,” bebernya.

Baca juga:  Pabrik Pupuk Palsu Sebulan Raup Rp 1,2 M

Permintaan masker memang cukup tinggi. Hal ini membuat Pemprov Jateng sempat kesulitan mencari masker untuk memenuhi kebutuhan PMI. Sementara itu, pabrik juga tidak dapat menambah jumlah produksi, sebagian bahan baku juga diimpor dari China. ”Sehingga saya harus telepon direksi perusahaan pembuat masker. Ini saya dimintai bagaiamana caranya. Alhamdulillah bisa dapat dan bisa beli,” ujarnya.

Meski kesulitan mencari masker untuk memenuhi kebutuhan PMI, serta harga masker yang naik, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng Yulianto Prabowo memastikan stok di Jateng masih aman. Dalam hal ini, pemerintah telah memperhitungkan kebutuhan di kabupaten/kota. ”Setiap tahun mengalokasikan. Misal, untuk Merapi kemungkinan meletus. Sudah disiapkan. Sudah ada cadangannya. Kemudian kebutuhan program TBC juga sudah ada,” ujarnya setelah mendampingi gubernur dalam pelepasan pengiriman masker.

Baca juga:  Supermarket Ramai Gandeng UMKM

Terkait bahan baku, kepala dinkes mengatakan bahwa memang beberapa material diimpor dari China. ”Infonya memang diimpor dari China. Karena itu, tidak hanya bahan kain saja. Ada beberapa lapisan. Ada desinfektannya,” tandasnya.

Kepala Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah Sakina Rosellasari menjelaskan, dari jumlah yang dikirim kemarin, 16.250 dikirim ke KDEI di Taipei, 10 ribu ke KBRI Singapura, dan 15 ribu ke Konjen di Hongkong. ”Untuk yang Taiwan, 11 ribunya sudah dikirim dulu. Tambahan 5 ribu hari ini kami kirim,” jelasnya merincikan.

Ia mengatakan, untuk pengiriman, memang sempat terkendala. Seperti kebijakan di Hongkong mengenai maksimum pengiriman, yakni 2000 pcs. ”Sehingga kami harus menyesuaikan dengan kebijakan itu. Untuk pengiriman ini, ternyata ada beberapa jasa pengiriman yang tidak bisa. Ini kita kerjasama dengan Kantor Pos Indonesia dan perusahaan swasta,” ujarnya. (sga/ida)

Baca juga:  Indent All New XSR 155 Tembus 500 Unit

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya