alexametrics

Olah Sampah Plastik jadi Bahan Baku Aspal Jalan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang melakukan trobosan yaitu mengaspal jalan menggunakan bahan dasar sampah plastik dipadukan dengan cairan aspal

Pengaspalan ini, disaksikan oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dijalan sekitar kampus Udinus, yakni Jalan Yudistira, Jalan Arjuna Raya, Kelurahan Pendrikan Kidul Kota Semarang, Senin (17/2) siang.”Udinus menuju Green Kampus, salah satunya adalah tentang sampah plastik. Disini kami coba mengembangkan aspal berbahan plastik,” kata Rektor Udinus, Prof. Dr. Ir. Edi Noersasongko.

Untuk pengembangan sampah plastik, lanjut dia, Udinus juga telah bekerjasama dengan  Balitbang kementrian  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia yang telah menghamparkan aspal plastic di beberapa wilayah di Indonesia, antara lain jalan Gempol, Sidoarjo, Jawa Timur. Labuan bajo, Makassar, dan lain sebagainya. “Kami langsung mempraktekan dengan mengaspal jalan sekitar Udinus dan ini merupakan kegiatan yang diprakarsai Udinus bekerjasama dengan Pemerintah Kota Semarang,” tambahnya.

Baca juga:  Kawasan Kota Lama Semarang Lockdown

Total, jalan sepanjang  hampir 1 kilometer,  dilakukan pengaspalan dengan campuran berbahan plastik. Sebelumnya Udinus menyediakan alat pencacah, serta upaya dalam pengumpulan sampah plastik di beberapa wilayah di Kota Semarang.

“Jenis sampah plastik yang digunakan yakni sampah berjenis kresek tak boleh basah dan harus dengan keadaan bersih,” tambah, Dekan Fakultas Teknik Udinus, Dr. Ir.  Dian Retno Sawitri, M.T .

Menurutnya pemilihan sampah kresek sebagai bahan baku utama dikarenakan jenis sampah tersebut tak memiliki nilai ekonomis. Dalam prosesnya pencacahan dilakukan dengan tiga mesin pencacah dengan hasil cacahan ideal 3 mm. “Jika ukuran tak ideal maka tak bisa menjadi campuran aspal. Sedangkan untuk presentase campuran plastik yakni 6 persen dari total aspal yang dibutuhkan,” tuturnya.

Baca juga:  Ribuan Pengemudi Online Izin ASK

Penggunaan plastik sebagai campuran aspal akan menambah kekuatan aspal dari kerusakan sebesar 40 persen, jika dibandingkan dengan aspal tanpa plastik.”Untuk aspal di area Udinus  membutuhkan sekitar 444 Ton Aspal dan 1,6 ton sampah plastih yang sudah dicacah,” tambahnya .

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dalam sambutannya mengaku sangat mengapresiasi langkah pengurangan sampah dari Udinus yang bisa mengubah sampah plastik menjadi aspal. “Inovasi ini bisa mengurangi sampah plastik di Semarang, inovasi ini harus dipatenkan dan dikembangkan,” kata Wali Kota yang akrab disapa Hendi. (den/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya