alexametrics

Tak Berizin, Gerai Starbucks Disegel

Artikel Lain

RADARSEMRANG.ID, SEMARANG, – Petugas Satpol PP Kota Semarang menyegel pembangunan gerai Starbucks di kompleks Museum Mandala Bhakti, kawasan Tugu Muda, Semarang.

Bangunan yang masih proses pembangunan itu disegel lantaran belum mengantongi izin. Penyegelan dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto.

Menurut Fajar, penyegelan dilakukan setelah pihaknya mendapatkan konfirmasi dari Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang Ulfi Imran Basuki dan Dinas Tata Ruang.

“Kita hentikan semua proses pembangunannya, karena tidak memiliki izin, baik Izin Mendirikan Bangunan (IMB) maupun izin yang lainnya,” ujar Fajar di lokasi penyegelan, Rabu (12/2).
Selain tidak memiliki izin, bangunan gerai Starbucks Tugu Muda ini berdiri di lahan cagar budaya.

Baca juga:  Dukung Program Pemerintah, Ponpes Az-Zuhri Gelar Vaksinasi

Pihaknya tidak mempersoalkan mau untuk usaha apapun, asalkan tidak menabrak aturan dari Pemkot Semarang. “Kita tidak mempersoalkan mau untuk apa asalkan taati aturan Pemkot Semarang, perizinan, IMB dan lain-lain. Bangunan yang tidak memiliki izin akan kita tutup,” tegasnya.

Mantan Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang ini menegaskan, setelah dilakukan penyegelan, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap pemilik untuk klarifikasi perizinannya. “Jika nanti dari klarifikasi ini ternyata tidak boleh ada bangunan baru di cagar budaya, maka bangunan akan kita robohkan,” tuturnya.

Fajar menambahkan, setelah penyegelan, pihaknya memberikan waktu tujuh hari untuk melengkapi proses pembangunan. “Jika dalam kurun waktu tujuh hari tidak ada klarifikasi, bangunan kita robohkan,” katanya.

Baca juga:  KIW Serahkan BPSP Terbesar ke Investor Srilangka

Tindakan tegas dilakukan karena pembangunan gerai Starbucks Tugu Muda ini melanggar Perda Nomor 5/2009 tentang bangunan. “Kita tidak akan pandang bulu, ada pelanggaran Perda, pasti kita tidak tegas,” tegasnya.

Petugas akhirnya menempelkan stiker penyegelan di tembok yang masih proses dibangun tersebut.

Mandor proyek Somad saat ditemui di lokasi enggan memberikan keterangan. Ia mengaku sekadar mengawasi para pekerja bangunan. “Saya hanya pengawas di sini, tidak tahu soal perizinan. Yang saya tahu hanya memandori pekerja proyek sini,” tuturnya. (ewb/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya