alexametrics

Revitalisasi TBRS Sudah Masuk Lelang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG, – Selama ini Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) kurang nyaman sebagai wadah budaya kreatif di Semarang. Dengan infrastruktur yang kurang menunjang, membuat penonton merasa kepanasan saat menyaksikan kesenian yang ditampilkan.(Nur Chamim/ Jawa Pos Radar Semarang).

Hal itu, kini memantik perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk melakukan revitalisasi TBRS. Bahkan, kini prosesnya sudah masuk tahap lelang. “Targetnya tahun ini, bisa segera selesai,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari.

Diakuinya, revitalisasi TBRS ini sebagai tindak lanjut memberikan wadah bagi pelaku kesenian Semarang untuk menampilkan karya. “Dengan begitu, TBRS bisa menjadi ruang untuk meningkatkan dan mewadai budaya kreatif di Semarang,” katanya.

Baca juga:  Baznas Sasar Kalangan Pengusaha

Maka dari itu pihaknya bersama dengan Ngesti Pandowo berencana malakukan pembenahan. Selain untuk memberikan rasa nyaman bagi pecinta kesenian, juga dapat menjadi magnet wisata baru di Semarang. “Kalau revitalisasi ini jadi, TBRS bisa menjadi ruang untuk meningkatkan dan mewadai budaya kreatif di Semarang,” katanya.

Selain membenahi infrastruktur, pihaknya saat ini sedang berusaha membangkitkan kembali kecintaan masyarakat Semarang terhadap kesenian. Terutama wayang orang. Bersama dengan Ngesti Pandowo, pihaknya mulai melakukan inovasi dengan membuat penampilan wayang lebih kekinian.

“Mungkin selama ini banyak stigma kalau wayang pasti malam, lama, ceritanya itu-itu saja. Padahal saat ini kami sudah membuat visualisainya lebih kekinian. Ceritanya juga sudah bagus,” lanjutnya.

Baca juga:  Penerbangan ke Jakarta sudah Normal

Pihaknya juga mulai rutin melakukan edukasi wayang ke sekolah. Dirinya berharap dengan langkah tersebut, semakin banyak generasi muda yang mulai mencintai wayang. Sehingga merasa tertarik untuk berkunjung dan menyaksikan pagelaran wayang yang rutin diadakan di TBRS.

“Ya semoga saja semakin banyak yang tertarik melestarikan budaya kita sendiri,” lanjutnya.

Sementara itu, Ekonom Universitas Diponegoro Maruto Umar menyambut langkah baik adanya revitalisasi tersebut. Sebab untuk mendukung Semarang menjadi kota pariwisata, perlu ada eksplorasi terhadap semua potensi yang ada. Termasuk TBRS sebagai wadah kesenian Kota Semarang. Sehingga akan semakin banyak elemen yang dapat menjadi daya tarik pariwisata Semarang.

“Kalau ingin maju pariwisatanya, harus bersinergi untuk dapat mengelola dan menggali inovasi atraksi yang ada. Saya kasih contoh saja pemerintah dapat memanfaatkan band lokal yang ada. Lumayan mereka dapat menjadi salah satu pengembangan pariwisata di Semarang,” pungkasnya. (akm/ida)

Baca juga:  Warga Harus Pecahkan Kaca Jendela untuk Selamatkan Bocah yang Terjebak Kebakaran

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya