alexametrics

Jadikan Jalan Depok sebagai Wisata Religi seperti Sunan Ampel

Mengembangkan Wisata Religi di Kota Semarang

RADARSEMARANG.ID, – Tidak memiliki kawasan industri, menjadikan Semarang mencanangkan perdagangan dan jasa. Mindset wisata yang berbau dengan alam membuat Semarang harus menonjolkan kearifan lokal untuk menarik perhatian wisatawan. Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Ida Fadilah dengan Sekda Kota Semarang Ir Iswar Aminuddin, MT.

Bagaimana membentuk kearifan lokal sebagai destinasi wisata?
Kearifan lokal bisa dibentuk melalui wisata religi. Di Kota Semarang sebenarnya banyak tempat-tempat bersejarah dan para tokoh agama dahulu yang belum kita ungkit. Contoh saja di Bergota, di sana banyak tokoh-tokoh nasional yang banyak menularkan pemimpin di kabupaten/kota di Jawa Tengah. Untuk itu, banyaknya tokoh ulama seperti Habib Hasan, Habib Thoha, Ki Ageng Pandanaran, Mbah Soleh Darat yang ada di Semarang membuat pemerintah mengangkat hal tersebut sebagai wisata religi.

Baca juga:  Tinggalkan Lilin Menyala, 24 Kios Pasar Manyaran, Semarang Terbakar

Multiplayer effect seperti apa?
Dengan dibentuknya wisata religi tentu perekonomian masyarakat semakin berkembang, Contohnya seperti di Depok, dengan adanya makam Habib Thoha bin Muhammad bin Yahya di sana, pemkot juga menjadikan kawasan Depok sebagai sentra kuliner baru. Di sana, UMKM dapat melakukan perputaran rupiah di sekitar lokasi wisata.

Apakah bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah?
Saya kira iya, namun yang utama bukan dari sisi PAD dulu tapi bagaimana kemudian masyarakat bisa beraktivitas di bidang ekonomi. Kalau PAD memang diutamakan untuk membangun, memfasilitasi masyarakat agar bisa sejahtera.

Konsep wisata religi akan dibuat seperti apa?
Saya kira bisa dibuat konsep seperti di Sunan Ampel, karena transaksi ekonomi masyarakat di sana bukan main. Kami berharap makam Habib Thoha bin Yahya dan wisata kuliner Jalan Depok bisa menjadi kunjungan religi yang besar. Tidak kemudian hanya pas acara saja, namun bisa seterusnya. (*/zal)

Baca juga:  Imbas Banjir Rob, Petani Keramba Bandeng Rugi Rp 120 Juta

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya